Uji Coba Drone Semprot Pupuk Disambut Antusias Sejumlah Petani di Bojonegoro 

surabayapagi.com
Sejumlah petani tampak antusias memperhatikan dan menjajal teknologi drone sprayer untuk memupuk lahan. SP/ BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Terbaru, sektor pertanian kini didukung dengan alat-alat canggih untuk mempermudah para petani, salah satunya di areal persawahan Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Sido Mukti tampak antusias memperhatikan dan menjajal teknologi drone sprayer untuk memupuk lahan seluas 50 hektar.

Lebih lanjut, hebatnya, operator hanya perlu mengatur luas lahan melalui remote control, dan drone akan menyemprotkan pupuk secara otomatis dan merata. Uji coba teknologi modern ini merupakan bagian dari kegiatan Pembinaan Ketahanan Pangan untuk demonstrasi pemupukan secara otomatis bagi para petani di wilayah tersebut.

Baca juga: Selama Musim Tanam dan Akhir Tahun 2026, Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman

"Dengan drone, pekerjaan berat bisa dipermudah, biaya berkurang, waktu lebih efisien, dan hasil produksi lebih terjaga," ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto di lokasi, Jumat (24/04/2026).

Baca juga: 100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Berdasarkan pantauan di lapangan, drone pertanian dengan lebar sekitar 1 meter tersebut mampu mengangkut hingga 40 liter pupuk cair. Langkah ini diambil untuk mendorong petani Bojonegoro beralih dari pola konvensional ke pertanian modern. Letkol Dedy berharap teknologi ini menjadi akselerator agar hasil produksi pangan lokal semakin berdaya saing.

"Ini langkah maju untuk efisiensi dan ketepatan pemupukan. Kita ingin transformasi dari cara tradisional yang kuras tenaga, menuju pertanian yang lebih produktif," tambahnya.

Baca juga: Dorong Modernisasi Pertanian Naik Kelas, Pemkab Lumajang Bagikan Bantuan Dua Alsintan

Ketua Poktan Sido Mukti, M. Zaenul Mustofa, tak bisa menyembunyikan rasa senangnya. Menurutnya, keberadaan drone ini adalah solusi nyata bagi masalah tenaga kerja di desa yang kian terbatas. "Kami sangat terbantu. Penggunaannya lebih efektif dan efisien. Yang paling terasa ya hemat waktu, tenaga, dan tentu saja hemat biayanya," ucap Zaenul. bj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru