SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan keterampilan penyembelihan hewan kurban sesuai syariat, RPH Surabaya kembali menggelar program edukatif “Madrasah Asah” menjelang Idul Adha 2026. Program ini merupakan kolaborasi RPH Surabaya Perseroda dengan Juru Sembelih Halal (Juleha) Jawa Timur Kota Surabaya.
Dalam program tersebut, difokuskan untuk membekali masyarakat, khususnya takmir masjid dan panitia kurban dengan teknik mengasah pisau yang tepat dan sesuai standar. Tentu saja, adanya kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Idul Adha sekaligus upaya meningkatkan kualitas penyembelihan kurban di masyarakat.
Baca juga: Pasca Libur Idul Adha, Harga Sejumlah Komoditas di Pasar Jombang Melandai
“Pelatihan ini kami hadirkan kembali agar masyarakat memahami standar ketajaman pisau sesuai syariat,” ujar Direktur Utama RPH Surabaya, Fajar A Isnugroho, Senin (27/04/2026).
Lebih lanjut, pihaknya juga turut menegaskan, ketajaman pisau bukan sekadar aspek teknis, tetapi juga bagian dari tuntunan agama untuk meminimalkan penderitaan hewan saat disembelih. Dalam pelatihan ini, peserta akan mendapatkan materi mulai dari fiqih asah bilah, pengenalan jenis pisau, hingga teknik pengasahan yang benar.
Baca juga: Dispangtan Kota Malang Temukan 583 Hewan Kurban Terpapar Cacing Hati
Selain itu, peserta juga akan menjalani praktik langsung dengan pendampingan mentor dari Juleha. Tak hanya itu, hasil asahan akan diuji menggunakan alat modern seperti mikroskop otomatis dan alat uji ketajaman digital, sehingga peserta dapat mengetahui standar ketajaman secara objektif.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik dan evaluasi hasil,” tambahnya.
Baca juga: Jumlah Kedatangan Penumpang di Daop 7 Madiun Capai 25.956 Penumpang
Madrasah Asah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 09.00 WIB di RPH Surabaya, Jalan Pegirian No. 256. Kegiatan ini dibuka untuk 25 peserta dengan kontribusi Rp150 ribu, termasuk fasilitas pelatihan, makan siang, dan piagam. Dan untuk pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi panitia.
Pihaknya berharap, dengan adanya program ini dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari peningkatan kualitas ibadah kurban. “Ini bukan sekadar teknis, tapi bagian dari upaya menjalankan syariat secara lebih baik dan profesional,” ujarnya. sb-03/dsy
Editor : Redaksi