Narkoba Jenis Kokain Ditemukan di Sumenep, Polisi Kembangkan Jaringan Internasional

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Surabaya – Kepolisian Daerah Jawa Timur meningkatkan pengawasan di wilayah pesisir menyusul temuan narkotika jenis kokain dalam jumlah besar di Kabupaten Sumenep.

Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa jalur laut menjadi salah satu pintu masuk peredaran narkoba jaringan internasional ke wilayah Jawa Timur.

Baca juga: 66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, mengungkapkan sepanjang 2026 pihaknya telah mengungkap sejumlah kasus narkotika dengan barang bukti signifikan, di antaranya sabu seberat 72,77 kilogram, ganja 37,9 kilogram beserta 53 batang tanaman, serta kokain 22,22 kilogram.

Menurutnya, berdasarkan pemetaan, Kota Surabaya menjadi wilayah dengan persentase kasus tertinggi mencapai 25,09 persen. Sementara Malang dan Sidoarjo masuk kategori zona merah peredaran narkoba.

Namun, perhatian kini difokuskan pada wilayah pesisir yang dinilai rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan. Garis pantai Jawa Timur yang panjang menjadi celah bagi jaringan narkotika untuk memasukkan barang terlarang.

Temuan kokain di Sumenep disebut sebagai kasus yang tidak biasa. Awalnya, paket yang ditemukan memiliki berat kotor sekitar 27 kilogram karena bercampur pasir dan sampah laut. Setelah dibersihkan, berat bersih kokain mencapai sekitar 22,2 kilogram.

Kapolda menyebut, selama ini peredaran narkoba di Jawa Timur didominasi sabu, ganja, dan ekstasi, sehingga kemunculan kokain menjadi perhatian khusus.

Baca juga: Polda Jatim Gelar Seminar Nasional, Dorong Aksi Nyata Hapus Kekerasan Seksual Berbasis Kuasa

Ia juga menekankan pentingnya penanganan cepat terhadap barang bukti bernilai tinggi guna mencegah penyalahgunaan.

Saat ini, Polda Jatim bersama Mabes Polri masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan tersebut.

Analisis mengarah pada kemungkinan keterkaitan dengan jaringan internasional, mengingat kokain umumnya berasal dari kawasan Amerika Selatan.

Baca juga: Empat Pengedar Sabu Jaringan Gresik–Surabaya Dibekuk, Polisi Sita Puluhan Gram Barang Bukti

Kapolda mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, untuk aktif melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan narkotika.

Ia menegaskan pemberantasan narkoba memerlukan keterlibatan semua pihak, mengingat dampaknya yang luas terutama bagi generasi muda.

Polda Jawa Timur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai instansi dalam upaya menekan peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru