Scoot Genjot Ekspansi dan Strategi Pemasaran untuk Rebut Pasar Penerbangan Indonesia

surabayapagi.com

SurabayaPagi, Jakarta – Maskapai berbiaya rendah (low cost carrier/LCC) Scoot memperkuat penetrasi pasar Indonesia melalui strategi pemasaran berbasis lokal, seiring meningkatnya persaingan industri penerbangan dan pemulihan sektor pariwisata.

Langkah tersebut dilakukan melalui kampanye bertema budaya lokal yang menyasar kedekatan emosional konsumen, sekaligus memperluas brand engagement di pasar domestik yang dinilai strategis.

Chief Commercial Officer Scoot, Calvin Chan, mengatakan Indonesia merupakan salah satu pasar utama bagi perusahaan, seiring tingginya permintaan perjalanan udara dan pertumbuhan sektor pariwisata.

“Indonesia menjadi pasar penting bagi Scoot, dan kami melihat potensi besar dari meningkatnya mobilitas masyarakat serta minat terhadap perjalanan internasional,” ujarnya dalam peluncuran kampanye di Jakarta.

Dalam kampanye tersebut, Scoot menggandeng seniman visual lokal untuk menghadirkan produk kolaboratif yang terinspirasi dari budaya kuliner Indonesia.

Pendekatan ini mencerminkan strategi maskapai dalam mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pemasaran guna memperkuat diferensiasi di tengah kompetisi industri.

Dari sisi industri, strategi pemasaran berbasis pengalaman (experience-based marketing) dinilai semakin relevan untuk menarik segmen wisatawan muda dan kelas menengah yang terus tumbuh.

Selain itu, kolaborasi dengan kreator lokal juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar melalui kanal digital dan komunitas.

Pengamat industri menilai pendekatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan awareness merek, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan trafik penumpang, khususnya pada rute-rute internasional jarak pendek.

Saat ini, Scoot melayani penerbangan ke 16 kota di Indonesia dan berencana menambah rute baru ke Pontianak pada Juni 2026.

Ekspansi ini menunjukkan optimisme maskapai terhadap pemulihan pasar penerbangan nasional serta prospek pertumbuhan permintaan perjalanan udara.

Seiring meningkatnya konektivitas dan kapasitas penerbangan, persaingan antar maskapai, khususnya di segmen LCC, diperkirakan akan semakin ketat.

Oleh karena itu, strategi diferensiasi melalui pendekatan budaya, pengalaman pelanggan, serta inovasi pemasaran menjadi faktor penting dalam mempertahankan pangsa pasar.

Di sisi lain, pertumbuhan industri penerbangan juga berkorelasi dengan pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.

Penambahan rute dan peningkatan frekuensi penerbangan dinilai dapat mendorong mobilitas wisatawan, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru