SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), Prof Sudarnoto Abdul Hakim mengapresiasi atas tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Islam Iran.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperkuat diplomasi dan dukungan kemanusiaan untuk mendorong kemerdekaan Palestina secara penuh.
Baca juga: Jangan Percaya Israel
Dia menilai, momentum kesepakatan damai itu tak hanya meredakan ketegangan dua negara melainkan harus jadi titik awal lahirnya stabilitas kawasan serta mendorong berakhirnya konflik kemanusiaan yang masih berlangsung, khususnya di Palestina.
"Saya sangat berharap hal ini dapat mengakhiri ketegangan, mencegah eskalasi konflik, serta membuka jalan bagi terciptanya stabilitas keamanan kawasan dan perdamaian dunia yang lebih berkelanjutan, termasuk penghentian kejahatan Zionis Israel kepada warga Gaza dan Palestina secara keseluruhan," katanya dilansir dari situs resmi MUI, Rabu (17/6/2026).
Prof Sudarnoto juga menegaskan setiap langkah yang mengedepankan dialog, diplomasi, penghormatan terhadap kedaulatan negara serta penyelesaian sengketa secara damai jadi jalan yang harus terus diperkuat oleh seluruh masyarakat internasional.
"Perdamaian itu merupakan nilai universal yang sejalan dengan ajaran Islam dan cita-cita kemanusiaan dan juga amanah yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945," sambungnya.
Prof Sudarnoto menyampaikan sejumlah pertimbangan yang harus diupayakan dan penting dari perdamaian AS dan Iran. Berikut rinciannya,
Baca juga: MUI Serukan Selamatkan Negara Kita
1. Menghentikan ancaman peperangan yang lebih luas yang dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta krisis kemanusiaan di kawasan Timur Tengah
2. Menjamin kembali keamanan dan kelancaran pelayaran internasional di Selat Hormuz sebagai salah satu jalur strategis perdagangan dan distribusi energi dunia
3. Mencegah lonjakan harga minyak dan energi dunia yang selama ini menjadi salah satu dampak utama dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk
Baca juga: Kita Seperti Dijajah AS
4. Mendorong stabilitas ekonomi global, mengingat terganggunya pasokan energi dan perdagangan internasional akan berdampak langsung terhadap inflasi, harga kebutuhan pokok, serta kesejahteraan masyarakat di berbagai negara, termasuk negara-negara berkembang
5. Memberikan ruang yang lebih besar bagi pembangunan, kerja sama ekonomi, dan kemajuan peradaban dibandingkan dengan pengeluaran besar untuk konflik dan perlombaan persenjataan
"Kesepakatan damai ini harus menjadi titik awal bagi terciptanya arsitektur keamanan kawasan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan, bukan sekadar penghentian konflik yang bersifat sementara. Karena itu, melalui titik awal ini pemerintah Israel juga bisa dipaksa untuk menghentikan kejahatannya dan keluar dari seluruh wilayah Palestina," ujar Prof Sudarnoto menjelaskan. n ec,rmc
Editor : Redaksi