SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Peringatan Bahaya Ekonomi sedang mengancam dunia, termasuk Jawa Timur. Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menyiapkan langkah antisipasi.
Politisi PKS ini menilai informasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan tidak boleh disikapi biasa saja. Menurutnya, ancaman PHK yang disebut berpotensi terjadi di Pasuruan dan Mojokerto tidak boleh dianggap remeh karena dapat berdampak luas terhadap perekonomian daerah.
Puguh menilai hilangnya pekerjaan bagi ribuan pekerja akan berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menekan aktivitas ekonomi dan memicu persoalan sosial yang lebih besar apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Karena itu, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim tersebut mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi segera melakukan mitigasi serta menyiapkan skenario penanganan jika PHK benar-benar terjadi. Ia juga mengusulkan pembentukan Satgas PHK untuk memetakan risiko dan menyiapkan langkah perlindungan bagi pekerja terdampak.
Selain pendataan pekerja, Puguh meminta pemerintah mengoptimalkan peran Balai Latihan Kerja (BLK) guna memberikan pelatihan dan peningkatan keterampilan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan. Dengan bekal kompetensi baru, mereka diharapkan lebih mudah memperoleh pekerjaan kembali atau memulai usaha mandiri.
Puguh juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak pekerja, mulai dari pesangon, BPJS Ketenagakerjaan hingga tabungan hari tua. Ia berharap pemerintah bergerak cepat sebelum PHK terjadi agar dampaknya terhadap masyarakat Jawa Timur dapat diminimalkan. rko
Editor : Redaksi