Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal yang terkenal dengan sebutan tradisi yatiman.

Rasulullah SAW memberikan perhatian besar kepada anak-anak yatim dan mendorong umatnya untuk mencintai, membantu, serta memperlakukan mereka dengan penuh kasih sayang. Salah satu bentuk kasih sayang yang sering dilakukan adalah mengusap kepala anak yatim. Dalam perayaan 10 Muharam, publik sering mempraktikkan dan mempertanyakan hukum mengusap kepala anak yatim.

Sebagian orang meyakini amalan tersebut mendatangkan ganjaran pahala yang sangat fantastis. Oleh karena itu, umat Islam perlu menelusuri kebenaran praktik ini berdasarkan pandangan hadis sahih agar ibadahnya tepat sasaran.

Pelaksanaan tradisi yatiman ini sering kali bergeser dari esensi aslinya. Panitia penyelenggara biasanya membagikan bingkisan sembako atau amplop uang tunai kepada anak-anak tersebut. Sayangnya, nilai santunan anak yatim ini terkadang tidak sebanding dengan antusiasme warga yang ingin mengusap kepala mereka.

Allah SWT memberikan perhatian khusus kepada anak yatim karena mereka termasuk golongan yang membutuhkan perlindungan, dan kasih sayang.

Anak yatim dalam Islam menjadi salah satu golongan yang sangat dimuliakan Allah SWT. Dalam surat Al-Baqarah ayat 220, Allah SWT berfirman, “Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: 'Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana'”.

Kemudian dalam surat ad-Dhuha ayat 9 menegaskan larangan berlaku sewenang-wenang pada anak yatim. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Rasulullah SAW juga mengingatkan umatnya untuk senantiasa menjaga anak yatim, Beliau bersabda: “Aku dan orang yang memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini.” Lalu Rasulullah SAW mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan sedikit keduanya. (HR Bukhari)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengajarkan, “Usaplah kepala anak yatim...” (HR Ahmad) sebagai salah satu wujud dari memuliakan mereka.

Meskipun secara eksplisit tidak terdapat hadits shahih yang secara khusus menetapkan satu bacaan doa tertentu saat mengusap kepala anak yatim. Namun para ulama membolehkan membaca doa-doa kebaikan untuk anak yatim ketika mengusap kepalanya. (dnaputri@gmail.com)

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru