Lewat Program PKBM, Disdik Tulungagung Gencarkan Penanganan 7.100 Anak Tidak Sekolah

surabayapagi.com
Kasi Kelembagaan Bidang SD, Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung, Rifka Zuyun Umadah. SP/Foto:Beny Setiawan

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menyikapi fenomena menyusul masih tingginya jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Tulungagung, saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) setempat terus mengintensifkan penanganan tersebut melalui pendampingan, verifikasi lapangan, hingga mengembalikan mereka ke jalur pendidikan formal maupun nonformal, diantaranya melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Rinciannya, sebanyak 5.544 orang masuk kategori drop out (DO), sedangkan 1.556 orang masuk kategori belum pernah bersekolah (BPB)," ujar Kasi Kelembagaan Bidang SD Disdik Tulungagung Rifka Zuyun Umadah, Minggu (28/06/2026).

Meski demikian, tidak seluruh data tersebut merupakan anak usia sekolah. Namun, berdasarkan hasil verifikasi menunjukkan sebagian diantaranya merupakan warga berusia di atas 25 tahun yang masih tercatat dalam sistem pendataan ATS.

Sehingga, untuk menekan angka tersebut, Disdik Tulungagung menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Sosial (Dinsos). Penanganan dilakukan secara bertahap melalui verifikasi data, konfirmasi kepada keluarga, hingga mendatangi langsung tempat tinggal sasaran.

"Kalau secara usia masih memungkinkan, kami dorong masuk sekolah formal. Sedangkan yang usianya sudah tidak sesuai akan diarahkan ke PKBM atau pendidikan nonformal," ujarnya.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Diketahui berdasarkan data yang dikutip Disdik mencatat lebih dari 100 ATS berhasil kembali mengakses pendidikan formal pada jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, sejumlah ATS lainnya juga telah mengikuti program pendidikan nonformal. tl-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru