Perkuat Ekonomi Rakyat, Pemkot Probolinggo Revitalisasi Lima Pasar Tradisional

surabayapagi.com
Wali kota Probolinggo Aminuddin bersama sejumlah perangkat daerah audiensi dengan APPSI di Kantor Pemkot Probolinggo. SP/Foto:Diskominfo Probolinggo

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Guna memperkuat ekonomi rakyat, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, terus berupaya dengan berkolaborasi dengan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) akan melakukan revitalisasi infrastruktur lima pasar tradisional di daerah tersebut. Sehingga, diharapkan semakin tertata dan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam berbelanja.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUMP) Kota Probolinggo Agus Efendi mengungkapkan, upaya normalisasi pasar tersebut didukung melalui alokasi anggaran daerah dan kolaborasi aktif dengan APPSI. Selain itu, pihaknya juga menggerakkan kegiatan kerja bakti rutin yang melibatkan petugas pasar dan para pedagang agar pasar terjaga kebersihannya.

Baca juga: Perkuat Peran LKK, Pemkot Probolinggo Ajak Warga Kelola Sampah Rumah

"Revitalisasi infrastruktur di lima pasar tradisional akan dilakukan secara bertahap. Salah satu fokus adalah pembenahan Pasar Baru hingga tahun 2027. Program itu mencakup perbaikan saluran air, penggantian talang yang bocor, penataan lantai, serta peningkatan sistem penerangan agar pasar menjadi lebih bersih, nyaman dan terang," jelasnya, Kamis (16/07/2026).

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan hingga dapat Berdaya Saing, Pemkot Modernisasi 16 Pasar Tradisional

Sementara Wali kota Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat peran pasar tradisional sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Tak hanya itu, pemkot juga terus mendorong pemanfaatan berbagai peluang investasi, revitalisasi bangunan, hingga penggunaan kios atau fasilitas yang belum termanfaatkan secara optimal sebagai pusat kuliner maupun destinasi wisata belanja.

Baca juga: Bakal Revitalisasi Pasar Tradisional, Pemkab Sidoarjo Anggarkan Rp 2,3 Miliar

"Kami menekankan pentingnya pengawasan pasar secara kolaboratif melalui para koordinator pasar guna meningkatkan kebersihan, ketertiban, dan efektivitas pengelolaan pasar. Pasar tradisional harus mampu bertransformasi menjadi tempat yang bersih, nyaman, modern dan berdaya saing. Kami juga perlu mendorong digitalisasi melalui marketplace serta mengoptimalkan koperasi agar para pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan,” ujarnya. pr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru