SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) di Warung Siaga, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo, Jawa Timur semakin memperkuat daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas harga bahan pokok. Beberapa komoditas bahkan ludes dalam waktu singkat, seperti telur ayam yang menjadi salah satu produk favorit masyarakat.
Hal itu karena berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran. Dimana, kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo itu menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
"Gerakan Pangan Murah merupakan program rutin Pemerintah Kota Probolinggo yang dilaksanakan minimal satu kali setiap minggu atau sekitar empat kali dalam sebulan. Selain jadwal rutin, pelaksanaan GPM juga dapat dilakukan berdasarkan permintaan masyarakat melalui kecamatan atau kelurahan," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Aries Santoso, Rabu (05/08/2026).
Menurutnya, pada pelaksanaan kali ini beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog belum dapat disalurkan karena sedang dalam proses audit. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme masyarakat yang tetap memadati lokasi GPM di Warung Siaga. Dan rangkaian GPM, operasi pasar, serta berbagai langkah yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbukti mampu membantu mengendalikan laju inflasi di Kota Probolinggo.
Lebih lanjut, Aries juga memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan stok kebutuhan pokok karena pasokan komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, bawang merah, dan bawang putih dalam kondisi aman. "Saya mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena Gerakan Pangan Murah akan terus digelar secara rutin setiap pekan maupun sewaktu-waktu apabila dibutuhkan," katanya. pr-01/dsy
Editor : Redaksi