Tertekan Musim Giling 2026, Petani Tebu di Magetan Keluhkan Lonjakan Biaya Produksi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Panen tebu serentak di Magetan. SP/MGT
Ilustrasi. Panen tebu serentak di Magetan. SP/MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki musim giling tahun ini, sejumlah petani tebu di wilayah kerja Pabrik Gula (PG) Poerwodadie, Kabupaten Magetan mengeluhkan lonjakan biaya produksi yang hampir mencakup seluruh komponen usaha, mulai dari upah tenaga kerja, biaya tebang, hingga ongkos angkut tebu menuju pabrik. Sehingga, membuat keuntungan petani terus menyusut. Bahkan, banyak petani kini berada pada posisi impas hingga berpotensi merugi.

"Posisinya sekarang antara impas dengan rugi. Biaya garap naik semua, mulai tenaga kerja, ongkos tebang sampai angkutan," jelas Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Poerwodadie, Sudaryanto, Rabu (05/08/2026).

Lebih lanjut, diketahui untuk ongkos angkut tebu saat ini berkisar Rp48.000 hingga Rp50.000 per kuintal, bergantung pada jarak lahan menuju pabrik. Hampir seluruh biaya operasional mengalami kenaikan dibanding musim sebelumnya. Selain ongkos angkut, kenaikan juga terjadi pada upah tenaga kerja. 

Selain itu, upah pekerja laki-laki meningkat dari sekitar Rp60.000 menjadi Rp80.000 per hari. Sementara pekerja perempuan juga menerima upah lebih tinggi dibanding musim sebelumnya, di luar biaya konsumsi yang harus disediakan petani. "Sekarang ongkos angkut sekitar Rp48.000 sampai Rp50.000 per kuintal tergantung jauh dekatnya lahan. Semua biaya operasional naik," katanya.

Kondisi itu diperparah antrean tebu di pabrik yang menyebabkan proses pengolahan kurang efisien dan menambah beban biaya. Meski harga gula tahun ini lebih baik dibanding musim sebelumnya, ia menilai kenaikan tersebut belum mampu mengimbangi lonjakan biaya produksi yang terjadi hampir di seluruh sektor usaha tani tebu.

Menurutnya, salah satu solusi yang diharapkan petani adalah segera ditetapkannya Harga Acuan Pemerintah (HAP) gula konsumsi sesuai usulan organisasi petani. Kepastian harga dinilai penting agar usaha perkebunan tebu rakyat tetap berkelanjutan di tengah meningkatnya biaya produksi. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…