SURABAYAPAGI.com, Madiun - Seiring pembangunan SDM, infrastruktur, serta lima sektor unggulan yang dilakukan pemda setempat, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mencatat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 mencapai 5,33 persen, lebih tinggi jika dibandingkan nasional yang mencapai 5,11 persen. Sekaligus menjadi indikator kuat bahwa pondasi ekonomi daerah yang terus membaik.
"Capaian indikator makro ekonomi Kabupaten Madiun sepanjang tahun 2025 yang berhasil melampaui rata-rata nasional itu menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan baik dan terus diupayakan meningkat," ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto di Madiun, Selasa (28/07/2026).
Baca juga: Bupati Madiun Pasar Desa Harus Jadi Penggerak Ekonomi dan Sumber PAD
Diketahui, ekonomi yang tumbuh tersebut dilihat dari nilai PDRB Kabupaten Madiun pada tahun 2025 tercatat mencapai Rp16,42 triliun, naik dari PDRB tahun 2024 yang mencapai Rp15,59 triliun. Sedangkan untuk struktur ekonomi Kabupaten Madiun masih bertumpu pada lima lapangan usaha atau sektor utama, yaitu kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan; kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; kategori industri pengolahan; kategori konstruksi, serta kategori informasi dan komunikasi.
Baca juga: Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Madiun Pasok 55 Mobil Siaga ke Desa-desa
Oleh karenanya, Bupati menambahkan upaya Pemkab Madiun untuk meningkatkan ekonomi di wilayahnya harus terus menjadi prioritas di setiap pembangunan yang direncanakan. Di antaranya Pemkab Madiun terus mempermudah pengusaha besar yang ingin berinvestasi di Kabupaten Madiun, di antaranya melalui kemudahan izin usaha dan pemilihan lokasi strategis.
Baca juga: Lewat Open House, Pemkab Madiun Optimalkan Penjaringan Calon Siswa Sekolah Rakyat
Selain itu, beragam kegiatan terus diselenggarakan di Kabupaten Madiun untuk meningkatkan angka kunjungan masyarakat dari luar daerah. Pemkab juga memperkuat sektor jasa, di antaranya penyediaan akomodasi dan makan minum, serta pariwisata untuk mendongkrak ekonomi daerah. Kemudian juga sektor transportasi dan pergudangan. md-02/dsy
Editor : Redaksi