SURABAYAPAGI.com, Malang - Seiring bertambahnya kasus HIV di wilayah Kota Malang, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) setempat tengah mengoptimalkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya HIV meningkat melalui layanan Voluntary Counselling and Testing (VCT). Dengan begitu upaya deteksi dini bisa berjalan lebih maksimal.
Pasalnya, diketahui hingga Mei 2026 sebanyak 186 dari 10.873 orang yang mengikuti VCT terindikasi terpapar HIV, angka itu lebih tinggi dari Maret 2026 yang sejumlah 90an orang. Oleh karenanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat meminta 40 fasilitas kesehatan di bawah Pemkot Malang supaya mengintensifkan penyaluran informasi kepada masyarakat.
Baca juga: Jelang Peringatan Kemerdekaan, Pemkot Malang Larang Aktivitas ‘Sound Horeg’
"Pada Maret 90-an, terus di bulan Mei menjadi 186 kasus, salah satunya memang karena tumbuhnya kesadaran untuk itu (melakukan VCT)," jelas Kepala Dinkes Kota Malang Husnul Muarif, Kamis (28/07/2026).
Baca juga: Cegah Paparan Konten Negatif, Pemkot Minta Guru Awasi Penggunaan Gawai Pelajar
Bagi masyarakat yang terpapar HIV, lanjutnya, dinas terkait memastikan akan terus melakukan pendampingan baik dari sisi pengobatan hingga kedisiplinan mengonsumsi obat. Meski demikian pihaknya masih belum bisa memastikan apakah ratusan orang terpapar HIV semuanya berasal dari Kota Malang atau ada yang merupakan warga luar daerah.
Lebih lanjut, Husnul juga menyampaikan bahwa dari 186 orang terindikasi HIV, sekitar 52-53 persen merupakan pria dan sisanya adalah perempuan yang dominasi angka pria terpapar HIV selaras dengan temuan penyebab, yakni karena faktor laki-laki seks dengan laki-laki (LSL). "Kelompok populasi LSL 100 orang, kemungkinan dari perilaku seksualnya," ujar dia.
Baca juga: Stabilkan Harga Daging Sapi, Pemkot Malang Gencarkan Pemantauan di Pasar
Berdasarkan data Dinkes Kota Malang, Wanita Pekerja Sek (WPS) terjangkit HIV sebanyak lima orang. Kemudian angka kasus juga disumbangkan kelompok populasi lainnya, antara lain ibu hamil sebanyak delapan kasus, pelanggan pekerja seks ada sembilan orang, pasangan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV) delapan orang, serta anak dari ibu ODHIV satu orang. ml-02/dsy
Editor : Redaksi