SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Partai Golkar Kabupaten Madiun mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029 dan Pilkada 2030. Konsolidasi hingga tingkat akar rumput diperkuat untuk mengejar tambahan kursi legislatif sekaligus membuka jalan kembali mengusung Hari Wuryanto sebagai calon Bupati Madiun.
Arah politik itu mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun yang dirangkai dengan pelantikan 15 Pimpinan Kecamatan (PK) periode 2026–2031 di Graha Beringin, Desa Jiwan, Kecamatan Jiwan, Minggu (9/8/2026).
Baca juga: Golkar Prihatin, Sudah 2 Kadernya di OTT KPK
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, mengatakan Rakerda menjadi momentum menyatukan langkah seluruh kader dalam menghadapi agenda politik mendatang.
“Rakerda ini menjadi sarana kami untuk menyatukan langkah, bagaimana Golkar Kabupaten Madiun bisa menang,” ujar Mashudi.
Bagi Golkar, kemenangan tidak cukup hanya ditandai dengan bertambahnya perolehan suara. Hasil konsolidasi harus mampu dikonversi menjadi tambahan kursi di parlemen.
“Senior kami menyampaikan, kita tidak menang kalau hanya menambah suara. Kalau tidak menambah kursi, tidak bisa menang,” katanya.
Meski demikian, Mashudi belum bersedia mengungkap jumlah kursi yang dibidik. Target tersebut masih akan dibahas dan ditetapkan dalam forum internal partai.
Untuk mencapainya, seluruh struktur Golkar akan digerakkan secara maksimal, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.
“Kita akan menyolidkan organisasi dan menggerakkan mesin-mesin partai,” tegasnya.
Konsolidasi itu juga diarahkan untuk mengawal pemerintahan Bupati Madiun Hari Wuryanto. Mashudi menilai keberhasilan pemerintahan daerah turut menentukan citra dan keberhasilan Golkar di Kabupaten Madiun.
“Kita akan menyukseskan pemerintahan Pak Hari Wuryanto. Bagaimanapun, suksesnya pemerintah adalah suksesnya Partai Golkar di Kabupaten Madiun,” jelasnya.
Sinyal untuk kembali mengusung Hari Wuryanto pada Pilkada 2030 disampaikan lebih tegas oleh Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufti. Menurutnya, Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi bagian dari persiapan menghadapi dua kontestasi politik besar.
“Rakerda untuk merapatkan barisan, menyatukan visi, misi, strategi, dan langkah dalam menatap Pemilu 2029 serta Pilkada 2030. Tentu kita memiliki target-target,” kata Ali.
Saat ditanya mengenai peluang Hari Wuryanto kembali diusung, Ali memastikan dukungan Golkar tidak berubah.
“Kalau mendukung itu pasti. Pak senior tidak didukung, dosa kita ini,” ujarnya berseloroh.
Dukungan tersebut disambut positif oleh Hari Wuryanto. Menurutnya, soliditas partai menjadi modal penting, baik dalam menjalankan pemerintahan maupun menghadapi agenda politik mendatang.
“Alhamdulillah, Partai Golkar harus tetap solid,” katanya.
Baca juga: Legislator Golkar Salurkan PIP dan Dorong Ekonomi Kerakyatan
Hari juga menyatakan siap apabila partai kembali menugaskannya maju dalam Pilkada Kabupaten Madiun.
“Itu perintah partai, kita tidak bisa menolak. Orang partai diperintah partai, siap,” tegasnya.
Penguatan mesin politik Golkar kini mulai dilakukan hingga tingkat bawah. Kepengurusan di seluruh 15 kecamatan telah terbentuk dan resmi dilantik. Sebanyak 10 PK dipimpin pengurus lama, sedangkan lima lainnya diisi kader baru sebagai bagian dari regenerasi.
Konsolidasi juga menyasar organisasi sayap. Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) masing-masing telah memiliki sekitar 60 anggota di tingkat kabupaten.
Pembentukan struktur AMPG dan KPPG hingga tingkat kecamatan ditargetkan selesai sebelum Desember 2026.
Editor : Redaksi