Sidak SPPG, DLH Tulungagung Temukan Mayoritas Fasilitas IPAL Belum Penuhi Standar

surabayapagi.com
Plt Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto. SP/TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Guna memastikan pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, melakukan inspeksi ke sejumlah menunjukkan mayoritas fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka belum memenuhi standar.

"Kami setiap hari terus memberikan sosialisasi dan melakukan pemeriksaan IPAL di setiap SPPG di Tulungagung," jelas Plt Kepala DLH Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto, Selasa (11/08/2026).

Baca juga: Persoalan Maraknya Keracunan MBG, Dinkes Tulungagung Temukan Pelanggaran SOP

Sementara hingga kini, DLH telah memeriksa 96 dari total 129 dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Tulungagung. Dan dari pemeriksaan tersebut, persoalan yang paling banyak ditemukan adalah kapasitas IPAL yang belum mencukupi untuk menampung dan mengolah limbah yang dihasilkan dapur SPPG. 

Sementara itu, terkait temuan tersebut, DLH meminta pengelola SPPG melakukan penambahan kapasitas IPAL agar proses pengolahan limbah dapat berjalan optimal dan memenuhi ketentuan kelayakan lingkungan. DLH juga memberikan arahan kepada pengelola SPPG untuk memperbaiki fasilitas pengolahan limbah yang belum sesuai. Petugas rata-rata melakukan inspeksi di tiga hingga empat lokasi setiap hari.

Baca juga: Dinkes: 60 SPPG di Tulungagung Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

"Selain inspeksi lapangan rutin di tiga hingga empat lokasi per hari, kami juga memanggil pihak SPPG untuk kami beri arahan di kantor DLH," ujarnya.

Diketahui, dari 96 dapur yang telah diperiksa, sebanyak 24 SPPG sudah menyerahkan laporan perbaikan IPAL kepada DLH. Laporan tersebut masih dalam proses verifikasi dan akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan ulang untuk memastikan perbaikan telah dilakukan sesuai arahan. DLH masih terus melakukan pemeriksaan terhadap dapur-dapur SPPG yang belum terjangkau petugas. Sejumlah wilayah di bagian selatan Tulungagung, seperti Kecamatan Campurdarat, Bandung dan Besuki, menjadi lokasi yang belum seluruhnya diperiksa. 

Baca juga: Temuan Kasus Keracunan Makanan, BGN Tutup Sementara 12 SPPG di Bangkalan

"Kami keterbatasan sumber daya manusia, sehingga ada wilayah yang belum terjangkau inspeksi, terutama di selatan Tulungagung," pungkasnya. tl-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru