Lewat Aplikasi APOA, Pemkot Mojokerto Perkuat Sinergi Pengawasan WNA

surabayapagi.com
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. SP/Foto:Pemkot Mojokerto

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Melalui sosialisasi Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) kepada para pengelola hotel dan penginapan di Kota Mojokerto, Pemerintah Kota (Pemkot) setempat tengah memperkuat sinergisitas pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA). Pasalnya, pengawasan terhadap keberadaan orang asing merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan iklim kepariwisataan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kondisi iklim kepariwisataan yang aman, nyaman, dan kondusif penting untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu terbukti berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto yang menunjukkan tren positif yang menunjukkan adanya percepatan, meskipun masih terdapat jarak dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen.

Baca juga: Turnamen Ju-Jitsu Wali Kota Cup 2026, Wadah Pembinaan Atlet Sekaligus Penggerak Ekonomi Lokal

Disatu sisi, selain menjadi lokasi akomodasi bagi wisatawan maupun tenaga profesional asing yang bekerja di kawasan industri sekitar Mojokerto. Kota Mojokerto juga menjadi pusat berbagai layanan jasa, seperti perbankan, pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan yang melayani masyarakat Mojokerto Raya dan daerah sekitarnya.

Baca juga: Rejoto Nyambung Tresno Pecah di Gala Premiere, Jadi Etalase Wisata dan Ekonomi Kreatif Kota Mojokerto

"Kalau WNA, tidak mungkin menginap di kos-kosan. Pasti ada standar mereka. Ini juga perlu kita awasi kehadiran mereka," ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, Rabu (12/08/2026).

Pemerintah Kota Mojokerto juga berkomitmen menciptakan iklim pariwisata yang aman dan kondusif. Hal itu dilakukan melalui sinergisitas dengan TNI, Polri, masyarakat, hingga unsur perlindungan masyarakat (Linmas) di tingkat kelurahan. Selain aspek keamanan, Ning Ita juga mendorong penguatan kolaborasi antarpelaku usaha untuk menciptakan paket-paket perjalanan wisata yang lebih menarik.

Baca juga: Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

"Kalau Kota Mojokerto aman, nyaman, tidak ada kriminal, pasti orang senang berkunjung ke sini. Itu yang bisa kita lakukan untuk mendorong supaya iklim pariwisatanya aman dan kondusif. Kota Mojokerto memang kecil. Mungkin sumbangsih nasional tidak kelihatan. Tetapi dengan kita mengupayakan yang terbaik, ini adalah bentuk pengabdian kita untuk Merah Putih. Ini sumbangsih terbaik yang bisa kita berikan,” jelasnya. mj-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru