SurabayaPagi, Jakarta – PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan (wealth management) setelah meraih dua penghargaan dalam Asian Banking & Finance (ABF) Retail Banking Awards 2026.
Danamon memenangkan kategori Investment Product Innovation of the Year – Indonesia dan Priority Banking Initiative of the Year – Indonesia. Penghargaan tersebut diumumkan pada 2 Juli 2026 dan menjadi kali ketiga Danamon memperoleh penghargaan dalam ajang perbankan ritel tingkat Asia tersebut.
Baca juga: Strategi Insentif Perbankan: Danamon Genjot Dana Murah Lewat DHB 5.0
Di balik penghargaan tersebut, pertumbuhan bisnis pengelolaan aset menjadi salah satu indikator perkembangan segmen wealth management Danamon. Asset Under Management (AUM) Wealth Management Danamon tumbuh sekitar 20 persen secara tahunan selama periode Desember 2022 hingga Desember 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas pengelolaan investasi sekaligus permintaan nasabah terhadap produk dan layanan keuangan yang lebih beragam.
Ivan Jaya, Consumer Funding & Wealth Business Head Danamon, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap pengembangan solusi investasi dan layanan perbankan prioritas yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen Danamon dalam menghadirkan solusi investasi yang inovatif dan relevan, serta layanan perbankan prioritas yang dirancang sesuai dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang,” ujar Ivan.
Diversifikasi Produk Jadi Penggerak
Dalam kategori Investment Product Innovation of the Year, Danamon dinilai berhasil mengembangkan pilihan instrumen investasi yang lebih beragam bagi nasabah.
Salah satu langkah yang disebut menjadi bagian dari inovasi tersebut adalah penyediaan Exchange Traded Fund (ETF) sebagai instrumen investasi bagi nasabah. Danamon menyebut dirinya sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan ETF sebagai bagian dari pilihan investasi.
Pengembangan produk tersebut didukung tim Advisory & Market Strategist yang memberikan analisis pasar serta pendekatan wealth advisory berdasarkan profil risiko, tujuan keuangan, dan kebutuhan jangka panjang nasabah.
Diversifikasi produk menjadi semakin penting bagi industri perbankan karena kebutuhan nasabah dengan dana kelolaan besar tidak lagi terbatas pada produk simpanan. Bank dituntut menyediakan kombinasi instrumen investasi dan layanan konsultasi agar dana nasabah dapat dikelola sesuai tujuan finansial.
Selain investasi, Danamon menyediakan fasilitas transaksi valuta asing melalui D-Bank PRO. Perseroan juga menawarkan program “Adu Rate” yang memberikan penggantian hingga lima kali selisih kurs apabila nasabah menemukan nilai tukar yang lebih kompetitif dibandingkan penawaran Danamon.
Nasabah Priority Banking Bertambah
Baca juga: Danamon Hadirkan Beragam Solusi Finansial dan Promo Akhir Tahun Dukung Liburan Nataru 2025
Pertumbuhan juga terlihat pada segmen Danamon Privilege. Jumlah nasabah layanan tersebut pada Desember 2025 meningkat sekitar 25 persen dibandingkan Desember 2023.
Dalam periode yang sama, AUM nasabah Danamon Privilege meningkat sekitar 23 persen.
Pertumbuhan jumlah nasabah dan aset kelolaan tersebut menunjukkan persaingan bisnis priority banking semakin bergeser dari sekadar layanan eksklusif menuju pengelolaan kekayaan yang lebih terintegrasi.
Melalui Danamon Privilege, perseroan menyediakan layanan wealth advisory, market insights, economic outlook, serta pilihan produk investasi dan proteksi. Nasabah juga memperoleh akses terhadap diskusi ekonomi dan kegiatan jejaring.
Danamon turut menggabungkan layanan pengelolaan keuangan dengan fasilitas transaksi lintas negara. Tabungan Danamon LEBIH PRO, misalnya, memungkinkan pengelolaan hingga 12 mata uang asing dalam satu rekening.
Sementara itu, Danamon Global Currency Card dilengkapi fitur Auto Switching Currency untuk mendukung transaksi di berbagai negara.
Bisnis Wealth Management Makin Kompetitif
Baca juga: Danamon Catatkan Pertumbuhan Berkelanjutan Pada Paruh Pertama Tahun Buku 2025
Perkembangan bisnis wealth management menjadi bagian dari strategi perbankan dalam memperluas sumber pendapatan berbasis layanan sekaligus mempertahankan nasabah dengan dana kelolaan besar.
Pertumbuhan AUM menjadi indikator penting karena menunjukkan nilai aset yang dipercayakan nasabah untuk dikelola melalui berbagai instrumen keuangan. Semakin besar dana kelolaan, semakin besar pula potensi aktivitas bisnis yang dapat dihasilkan dari layanan investasi, transaksi, dan konsultasi keuangan.
Ivan mengatakan Danamon akan melanjutkan pengembangan produk dan layanan untuk mengikuti perubahan kebutuhan nasabah.
“Ke depan, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas solusi serta layanan yang kami hadirkan agar tetap relevan dengan kebutuhan nasabah yang semakin dinamis dan terus berkembang,” katanya.
Sebagai bagian dari Grup MUFG, Danamon juga memiliki akses terhadap jaringan dan keahlian global yang dapat mendukung pengembangan bisnis pengelolaan kekayaan.
Dengan pertumbuhan AUM dan nasabah pada segmen prioritas, bisnis wealth management menjadi salah satu area yang berpotensi terus berkembang di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap diversifikasi investasi dan layanan finansial yang lebih terintegrasi.
Editor : Redaksi