SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo terhadap para guru ngaji, pihaknya akan menyiapkan insentif bagi sekitar 6.000 guru ngaji di Kabupaten Sidoarjo dengan menganggarkan Rp26 miliar per tahun yang direncanakan mulai pekan depan.
"Insya Allah minggu depan, tanggal 23 (Agustus) ini kita akan memberikan santunan kurang lebih 6.000 guru ngaji, khususnya ber-KTP Sidoarjo," ujar Bupati Sidoarjo Subandi saat meresmikan Masjid Al-Hibah sekaligus pembangunan TPQ Al-Hibah di Desa Sedatigede, Kecamatan Sedati, Rabu (19/08/2026).
Baca juga: Dukung kesejahteraan, Pemkab Tulungagung Naikkan Insentif Guru TPQ Sesuai Kemampuan Keuangan Daerah
Lebih lanjut, Subandi menyebut pemberian insentif tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Sidoarjo terhadap para guru ngaji. Mereka dinilai memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memiliki fondasi agama, termasuk kemampuan membaca Al-Qur'an.
Di sisi lain, Subandi juga meresmikan Masjid Al-Hibah dan TPQ Al-Hibah yang telah selesai direnovasi dan dibangun. Proyek tersebut menelan biaya Rp2,276 miliar yang seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat dan para donatur, sekaligus turut mengapresiasi kekompakan warga Sedatigede yang bergotong royong mewujudkan pembangunan masjid dan TPQ tersebut. Menurutnya, pembangunan tempat ibadah dan pendidikan Al-Qur'an tidak akan terwujud tanpa kebersamaan.
"Saya yakin masjid maupun TPQ tidak bisa terbangun apabila kebersamaan, kekompakan, ini ndak ada," ucapnya.
Dia berharap Masjid Al-Hibah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, silaturahmi, dan kegiatan masyarakat. Keberadaan TPQ juga diharapkan dapat mendukung pendidikan keagamaan anak-anak di lingkungan Sedatigede.
Baca juga: Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon
Terpisah, Ketua Panitia Pembangunan M Naib menjelaskan pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2023. Anggaran tersebut digunakan untuk pembelian tanah Rp404 juta, pembangunan gedung TPQ Rp1,028 miliar, serta renovasi masjid Rp844 juta. "Ini semua swadaya masyarakat, masyarakat luas. Dari Bapak Bupati secara pribadi, Abah Hanafi, Abah Nurul Bahri secara pribadi, dan warga sekitar, serta masyarakat umum dari jalan raya," ujar Naib. sd-01/dsy
Editor : Redaksi