SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui Lesson Study dan Lokakarya Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran Matematika bersama Profesor Masami Isoda berlangsung di Bale Hinggil, Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang tak hanya berorientasi pada penguasaan materi pelajaran, namun juga mampu membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mampu beradaptasi, serta memiliki kemampuan memecahkan berbagai persoalan.
Kegiatan Profesor Masami Isoda dari University of Tsukuba, Jepang, bersama tim, serta melibatkan SEAMOLEC, SEAQIM tersebut turut mencontohkan sistem pendidikan Jepang yang sejak lama menekankan kesiapan lulusan untuk menghadapi berbagai situasi dan lingkungan.
Baca juga: Perkuat Literasi Pendidikan, Pemkot Probolinggo Luncurkan Gerbang Seribu
“Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak kita menguasai ilmu, tetapi juga memiliki mental yang kuat dan kemampuan problem solving. Anak-anak harus dipersiapkan sehingga mampu ditempatkan di mana saja dan menghadapi situasi apa saja,” ujar Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Kamis (20/08/2026).
Baca juga: Lewat GPM, Pemkot Probolinggo Perkuat Daya Beli Masyarakat dan Stabilitas Harga Bapok
Wali kota menilai, matematika juga tidak boleh dipahami sebatas kemampuan berhitung. Matematika, kata dia, merupakan bagian penting dalam kehidupan yang dapat melatih cara berpikir sistematis dan kemampuan menyelesaikan masalah. Karena itu, Dokter Aminuddin berharap para guru dapat mengambil pembelajaran dari kegiatan lesson study untuk memperbaiki proses belajar mengajar secara berkelanjutan. Guru dituntut mampu melihat setiap karakter dan kemampuan peserta didik yang berbeda-beda.
Ia juga mengingatkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus. Menurutnya, ilmu pengetahuan pada akhirnya harus bermuara pada akhlak dan karakter yang baik. Lebih lanjut, Wali Kota berharap Kota Probolinggo dapat menjadi pilot project penerapan lesson study, pembelajaran matematika, komputasi, dan robotik. Jika implementasinya berhasil, ia optimis praktik baik tersebut dapat menjadi rujukan bagi daerah lain, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Baca juga: Dipicu Faktor Ekonomi, Dindikpora Catat 100 Anak Lebih di Magetan Tak Sekolah
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan tenaga pendidik sekaligus memperkuat inovasi pembelajaran di Kota Probolinggo. “Saya akan mendukung semaksimal mungkin sesuai kemampuan kita agar kegiatan ini benar-benar menghasilkan guru dan peserta didik yang memiliki karakter serta kemampuan problem solving,” tandasnya. pr-01/dsy
Editor : Redaksi