Bantu Warga Akses Harga Bapok Terjangkau, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pasar Murah

surabayapagi.com
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko (kanan), membuka pasar murah yang diadakan Pemkab Pasuruan, di Kecamatan Grati. SP/ PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Melalui pasar murah yang digelar di Kecamatan Grati, pada 7-9 September 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan berkomitmen untuk membantu masyarakat memperoleh akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dengan menyediakan sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah, bawang putih, telur, tepung, dan kecap dengan harga di bawah pasaran.

"Pasar murah ini merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat agar lebih ringan dalam memenuhi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko, Selasa (08/09/2026).

Baca juga: Perluas Promosi Wisata, Disbudpar Pasuruan Dorong Penggiat Kreator Digital

Lebih lanjut, ia menyatakan, komoditas yang dijual antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) seharga Rp54.000 per lima kilogram, beras premium seharga Rp70.000 per lima kilogram, gula seharga Rp14.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, serta telur Rp20.000 per kemasan.

Baca juga: Pemkab Magetan Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga dan Ringankan Beban Warga

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan Taufikhul Ghony mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah mitra pemerintah dan asosiasi dunia usaha untuk menyediakan komoditas dengan harga terjangkau.

Baca juga: Jaga Stabilitas Bapok dan Tekan Inflasi, Disperindag Magetan Gencarkan Pasar Murah

Selain komoditas kebutuhan pokok, ia menambahkan bahwa pihaknya menyediakan stan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) lokal untuk memasarkan produk daerah. Sehingga, adanya keterlibatan pelaku UMKM dan IKM penting untuk memperkenalkan potensi produk masing-masing wilayah, termasuk produk khas desa dan kecamatan kepada masyarakat. ps-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru