SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Berdasarkan pemetaan Pusat Studi Gempa Nasional (PusGen), BMKG mengungkap tiga sesar aktif di Jawa Timur yang melintasi wilayah Surabaya, Pasuruan hingga Bangkalan yang diperkirakan memiliki potensi magnitudo maksimum hingga M 6,7.
Pemetaan tersebut telah diterbitkan PusGen pada 2024. Pemetaan sumber dan bahaya gempa itu menjadi bagian dari upaya memahami potensi ancaman gempa di berbagai wilayah. Sehingga, peta sumber dan bahaya gempa tidak dibuat untuk memprediksi kapan gempa akan terjadi. Data tersebut menjadi landasan ilmiah dalam menyusun tata ruang serta pembangunan infrastruktur yang lebih tahan terhadap gempa.
Baca juga: Bandara Juanda Terpantau Lancar
Pemetaan sesar aktif juga penting untuk menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam perencanaan pembangunan dan mitigasi bencana. BMKG sebelumnya menekankan pemetaan sesar aktif diperlukan untuk memahami potensi bahaya gempa dan mengurangi risikonya.
“Jalur patahan di Jawa Timur terlihat sebagai berikut, terdapat sesar yang melewati wilayah Surabaya dengan nama Sesar Java Back-arc thrust Surabaya,” jelas Plh Deputi Geofisika sekaligus Deputi Klimatologi BMKG Ardhasena, Rabu (09/09/2026).
Sementara itu, terkait Sesar Java Back-arc thrust Surabaya memiliki potensi magnitudo maksimum M 6,7. Selain itu, terdapat Sesar Pasuruan yang melintasi wilayah Pasuruan. Sesar tersebut memiliki potensi magnitudo maksimum M 6,4.
Sementara di wilayah Bangkalan terdapat dua jalur sesar, yakni Sesar RMKS-Baliga dan RMKS-Somorkoneng. “Keduanya memiliki potensi magnitudo maksimum M 6,7 dan M 6,5,” ujar Ardhasena.
Baca juga: Warga Surabaya Ramai Berburu Ikan Mabuk di Jembatan Jagir, Arus Lalin Tersendat
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak langsung panik dengan adanya informasi mengenai sesar aktif tersebut. Ardhasena menegaskan hingga kini gempa bumi belum dapat diprediksi kapan akan terjadi. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan mengacu pada sumber resmi BMKG. sb-04/dsy
Editor : Redaksi