33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman. Kita punya produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/10/2026).

Ia menegaskan, Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi ketidakpastian geopolitik yang sedang terjadi. Sebab, per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai 4,5 juta ton.

Baca juga: Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Kemudian, juga terdapat sekitar 10 juta ton potensi beras dari standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen. Lalu, ada pula stok 10 juta ton yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka). Jika dihitung secara keseluruhan, ketersediaan beras nasional diperkirakan mencapai sekitar 25 juta ton.

Sementara kebutuhan beras nasional berada di kisaran 2,5 juta ton per bulan. Amran menegaskan, Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain dalam soal pangan. “Kita tidak boleh bergantung pada negara lain untuk urusan pangan. Bayangkan kalau terjadi konflik besar, jalur perdagangan terganggu, negara-negara menahan ekspornya, sementara kita masih bergantung pada impor. Risikonya sangat besar. Karena itu, swasembada adalah kekuatan dan perlindungan bagi bangsa,” tegas dia.

Baca juga: Pemerintah Buka Kualitas Beras Fortifikasi Palsu

Untuk diketahui, ada sekitar 33 negara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk memiliki persediaan kebutuhan dasar di rumah, termasuk makanan tahan lama, air minum, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.

Sejumlah negara merekomendasikan stok kebutuhan rumah tangga untuk minimal 72 jam sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan gangguan. Inggris dan Jepang termasuk negara yang memperkuat imbauan tersebut. Pemerintah Inggris mendorong setiap rumah tangga memiliki persediaan makanan dan air minum untuk kebutuhan minimal tiga hari. Jepang juga mengimbau masyarakat memperkuat kesiapsiagaan dengan menyimpan persediaan kebutuhan pokok setidaknya untuk tiga hari, bahkan hingga satu minggu jika memungkinkan.

Baca juga: Mentan Tanggapi Zulhas, Soal Ongkos Produksi Beras di Indonesia

Langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi terhadap berbagai risiko, mulai dari konflik geopolitik, bencana alam, cuaca ekstrem, serangan siber yang dapat mengganggu infrastruktur, hingga terhambatnya rantai pasok dan distribusi kebutuhan pokok. kc/ec/lpr

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru