Diserang Hama, Petani Semangka dan Garbis Terancam Gagal Panen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Petani buah semangka dan garbis di Lamongan pada musim panen tahun ini terancam gigit jari, menyusul tanaman mereka mayoritas diserang hama kutu kebul, sejenis penyakit virus yang tidak bisa diobat. Karuan saja kondisi yang demikian itu, membuat sebagian besar petani semangka dan garbis khususnya di Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan Jawa Timur, memilih memanen lebih dini karena dampak dari virus ini penyebaran penyakitnya cukup cepat. "Biasanya kalau panen semangka dan garbis sampai sudah masak di sawah, tapi sekarang sekiranya sudah dianggap tua buah itu langsung dipanen, karena petani takut hasil buah tidak bisa tumbuh lagi besar lantaran terkena kutu kebul itu,"kata Jiyono Kepala Desa setempat Senin (11/9/2017). Dikatakannya, berdasarkan laporan yang ia terima, petani semangka dan garbis di Desa Latukan pada tahun ini gagal total. Jiyono mengatakan, akibat gagal panen ini petani mengalami kerugian hampir miliaran rupiah. "Karena rata-rata perhektarnya biasanya petani bisa meraup rezeki yaitu 15 sampai 20 juta," aku Jiyono seraya menuturkan kalah saat ini ekonomi warganya menurun karena gagal panen. Jiyono menuturkan, garbis dan semangka yang terserang hama kutu kebul ini rata-rata umur 1 bulan yang kebanyakan menyerang buah garbis, sementara buah semangka masih bertahan tapi perkembangannya tidak bisa secepat seperti biasanya. Dicontohkan Jiyono, kalau biasanya umur 40 hari sampai 2 bulan buah semangka sudah besar-besar namun sekarang pertumbuhannya lambat karena terkena kutu kebul. "Ciri buah yang terkena kutu kebul itu biasanya akan keriting sebelum akhirnya menguning dan rontok," terang Jiyono. Sementara itu, luas tanah pertanian di Desa Latukan ada sekitar 340 hektar dimana hampir 300 hektar diantaranya ditanami garbis dan sisanya 40 hektar adalah semangka. "Tahun ini memang kebanyakan petani menanam garbis atau blewah," aku Jiyono. Sebelumnya kata Jiyono, buah semangka dan garbis selalu melimpah dan menjadi ikon desa ini karena rasa semangka dan garbis dari desa ini lain dari buah sejenisnya di daerah lain. Namun, tahun ini, bayangan para petani di desa Latukan tentang panen melimpah terancam sirna. jir
Tag :

Berita Terbaru

DPR Bikin MBG Watch

DPR Bikin MBG Watch

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - “Kita sudah banyak dengar masukan, input, saran, dan ya terima kasih sudah mau secara gamblang sampaikan apa yang dirasakan dan dipelajari t…

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesta pecah setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit kedua masa tambahan waktu dalam pertandingan di Atlanta, Amerika…

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kemenangan emosional Argentina, dirayakan secara masif di ibu kota Buenos Aires, karena dianggap sebagai pembalasan yang lebih dari sekadar…

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina akan diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB akan datang.…

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Inggris melawan Perancis di Miami Stadium, Florida, pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat…

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

SURABAYAPAGI.com – POLISI atau oknum yang mencoba merekayasa perkara sering melupakan agamanya. Ini terkait manipulasi bukti, alibi palsu, atau skenario yang d…