Jokowi Makin Kuat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Meski rakyat mengeluhkan kondisi ekonomi yang sulit, namun survei membuktikan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, masih tinggi. Bahkan, elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan dari tahun lalu. Ini membuatnya berpeluang menjadi presiden untuk kedua kalinya pada Pemilu 2019 mendatang. Lalu, bagaimana dengan tokoh lain yang akan menjadi rival Jokowi? ----------- Laporan : Joko Sutrisno-Ibnu F Wibowo, Editor: Ali Mahfud ----------- Center Strategic and Internasional Studies (CSIS) melakukan survei tingkat elektabilitas calon Presiden RI untuk Pilpres 2019. Joko Widodo dan Prabowo Subianto memiliki elektabilitas teratas dari sejumlah nama dimunculkan dalam survei tersebut. Survei ini menguatkan survei sebelumnya yang dilakukan Indo Barometer, Maret 2017 lalu, yang menempatkan Jokowi memperoleh 45,6% suara. Di bawah Jokowi ada Prabowo Subianto dengan 9,8% suara Survei CSIS untuk tahun 2017 dilakukan pada tanggal 23-30 Agustus dengan 1.000 responden secara acak (probability sampling) dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Margin of error dari survei ini sebesar 3,1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Arya Fernandes mengatakan, elektabilitas Jokowi mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Pada 2015, elektabilitas Jokowi sekitar 36,1 persen. "Kenaikan fantastis terjadi pada 2016. Dari 41,9 persen kini menjadi 50,9 persen," kata Arya di Kantor CSIS, Jalan Tanah Abang 3, Jakarta Pusat, Selasa (12/9/2017). Rival Jokowi, Prabowo Subianto, tak memiliki kenaikan berarti. Pada 2015, elektabilitas Prabowo berada di angka 28 persen. Angka ini kemudian turun pada 2016 menjadi 24,3 persen. Pada 2017, Prabowo harus puas dengan angka 25,8 persen. Ada banyak pilihan nama yang dimunculkan CSIS untuk menjadi calon presiden. Namun, tujuh nama lainnya mendapatkan dukungan tak lebih dari lima persen. "Agus Harimurti Yudhoyono mendapatkan 2,8 persen dan Jenderal Gatot Nurmantyo mendapatkan 1,8 persen, ini dua nama baru yang kita uji," papar Arya. Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyodok lima besar, mengalahkan tokoh-tokoh penting seperti Jenderal Gatot Nurmantyo (Panglima TNI). Agus Harimurti adalah putra Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Akhir tahun lalu, ia keluar dari TNI dan memutuskan mengikuti Pilkada DKI berpasangan dengan Sylviana Murni. Namun, suara yang diperoleh Agus hanya sekitar 17%. Kepuasan Publik Jadi Modal CSIS juga melakukan pengecekan silang terhadap masyarakat yang puas dan tidak puas terhadap kinerja Jokowi sebagai Presiden. Sebanyak 63,5 persen masyarakat yang puas terhadap kinerja pemerintah cenderung memilih kembali Jokowi di Pilpres 2019. Sementara itu sebanyak 44,1 persen masyarakat yang tidak puas terhadap pemerintah cenderung memilih Prabowo di Pilpres 2019. CSIS juga mengukur kepuasan publik terhadap beberapa bidang utama. Untuk bidang ekonomi, sebanyak 56,9% masyarakat merasa puas. Kemudian di bidang hukum ada 64�n bidang maritim 75,5%. Kepuasan terhadap 3 bidang utama ini juga meningkat setiap tahun. Hasil survei pun menunjukkan soal pendapat publik tentang kondisi Indonesia saat ini dibanding 5 tahun lalu. Masyarakat merasa kondisi perekonomian keluarga tidak banyak mengalami perubahan, demikian juga kondisi perekonomian secara umum. Meski begitu, masyarakat (70,9%) merasa kondisi pembangunan dianggap sangat baik dibanding 5 tahun lalu. Direktur Eksekutif CSIS Philips J. Vermonte menambahkan masyarakat puas dengan kinerja pemerintah terutama di sektor pembangunan. Pembangunan infrastruktur sangat diapresiasi masyarakat. Philips sadar, tak banyak perubahan dari sektor ekonomi. Masyarakat masih mengeluhkan tingginya harga sembako dan kurangnya lapangan kerja. Masyarakat juga mengaku tak ada perubahan ekonomi keluarga mereka dibandingkan lima tahun lalu. Tapi, upaya pembangunan yang dilakukan pemerintah membekas buat masyarakat. "Tingkat dukungan masih tinggi, ini ada sebuah level trust yang belum berubah terhadap pemerintahan pak Jokowi-JK," terang Philips. Philips menegaskan, kepercayaan merupakan modal utama dalam politik. Meski menganggap ekonomi tak berubah, kepercayaan masyarakat masih tinggi. "Ini modal, walaupun seorang petahana lebih aman jika elektabilitasnya lebih tinggi lagi. Tapi ini kan baru tahun ketiga, calon masih banyak belum definitif, jadi suara masih tersebar," jelas Philips. Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono mengapresiasi hasil survei ini. "Sebagai partai pendukung dan pengusung pada 2019, ini sebuah modal politik yang perlu dirawat dan ditingkatkan," ungkapnya. Agung mengatakan, Golkar siap meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi. April 2019, Golkar menargetkan tingkat kepuasan kepada Jokowi mencapai 80%. "Beliau memang calon kuat, hampir tidak tertandingi. Hampir semua yang dikatakan kurang, sudah dikerjakan," ujar Agung. Strategi Prabowo Direktur Lembaga Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan Pilpres 2019 masih ada kemungkinan tidak mempertemukan kembali rivalitas Joko Widodo dan Prabowo Subianto seperti tahun 2014 lalu. Ia mengungkapkan hal tersebut memungkinkan terjadi bila melihat karakter politik Prabowo Subianto. Hal tersebut tercermin pada Pilkada Jakarta 2017 lalu. "Pilkada Jakarta lalu menunjukkan petahana kalah melawan pendatang baru, ada kemungkinan hal tersebut terulang di Pilpres 2019. Karena melihat karakter Prabowo Subianto yang mementingkan kemenangan dan kekompakan dia rela tidak maju langsung dalam kontestasi," ujar Ray. "Itu juga terlihat dalam Pilkada Jakarta 2017 lalu saat posisi cagub diisi Anies Baswedan dan bukan dari kader Gerindra. Prabowo memang lebih mementingkan kemenangan dan kekompakan dibandingkan egonya," lanjutnya. Namun ada satu hal yang menghambat, yakni ego politik Prabowo itu sendiri. Karena, menurut survei sementara elektabilitas Prabowo mencapai angka 35 persen atau berbeda 10 persen di bawah Jokowi. "Tapi angka itu akan berhenti di situ saja. Karena nanti akan ada hantaman masa lalu seperti masalah HAM yang akan menghampiri," ungkapnya. "Yang kedua adalah isu pemain lama yang tidak menarik lagi bagi pemilih. Prabowo sudah empat kali tampil di panggung Pilpres dan itu akan mempengaruhi pandangan pemilih muda," terangnya. Ia juga mengatakan akan sulit menemukan pengganti Prabowo jika ia benar-benar tak maju di Pilpres 2019. "Mungkin Agus Harimurti Yudhoyono yang memang disiapkan ayahnya," jelas Ray. n
Tag :

Berita Terbaru

Thom Haye Curhat Diteror

Thom Haye Curhat Diteror

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Digaji Persib Rp 750 Juta per Bulan      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Thom Haye curhat di media sosial, usai membantu Persib Bandung mengalahkan Persija Ja…

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Mata Uang Rial Iran Turun 40 Persen Dorong Inflasi Harga Pangan hingga 70 Persen    SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Militer Iran menegaskan bakal membela k…

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Secara Serentak di Banjarbaru, Kalsel      SURABAYAPAGI.COM, Banjarbaru - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat …

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengklaim harga beras di lapangan tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi…

Direktur Jenderal Pajak Malu

Direktur Jenderal Pajak Malu

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dampak tiga Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara ditangkap oleh KPK, langsung menampar Direktorat Jenderal…

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Eksepsi terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Ditolak     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat meminta jaksa m…