Bekerja Dua Minggu Nonstop tanpa Henti

Ungkap Kasus Pembunuhan, Begini Kerja Keras Timsus Anti Bandit Polrestabes

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Formula Tim Khusus (Timsus) Anti Bandit yang diracik Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard Sinambela ternyata cukup efektif. Buktinya, teka-teki terbunuhnya Suwarti (55) warga Karangan, Gang 06, Wiyung Surabaya akhirnya terungkap. Dua pembunuh Suwarti berhasil ditangkap. Itu setelah Timsus Anti Bandit ini bekerja nonstop selama dua minggu. Penangkapan itu dilakukan pada Rabu (13/9/2017) sekitar pukul 01.30 Wib. Dua perampok yang ditangkap Timsus Anti Bandit itu adalah M Rifai (33) pria asal Jalan Tinalan Gang IV nomor 6 Kediri yang tinggal di Jalan Bagong Ginayan No 661 Gubeng Surabaya. Dia ditangkap di dekat kos-kosanya di Gang Kelinci Jalan Bumiarjo No 1 Wonokromo Surabaya. Sementara pelaku kedua yaitu Arma Widiantara (34), warga Pucang Kerep 40, Pucang Sewu Surabaya. Dia ditangkap di daerah asalnya yaitu Dusun Talang Kembar RT 13 RW 05, Krajan, Montong Tuban. Sementara satu pelaku lagi, yaitu AN masih berstatus DPO (daftar pencarian orang) dan tengah diburu. AKBP Leonard menyampaikan. Timsus itu terdiri dari 21 personil yang diambil dari 7 Tim Anti Bandit yang ada. Timsus ini difokuskan untuk mengungkap kasus pembunuhan dengan TKP warung milik Suwarti, di Jalan Raya Lakarsantri, sejak ditemukannya jasad Suwarti pada Kamis (31/8/2017) lalu. "Timsus ini pada awalnya kami sebar lebar untuk mengidentifikasi para pelakunya. Karena pada saat itu, di TKP kami mendapatkan petunjuk yang sangat minim," sebut AKBP Leonard, Kamis (14/9/2017). Nah, setelah para pelaku teridentifikasi, Timsus akhirnya dikerucutkan hanya beberapa personil saja. Karena posisi para pelaku sudah jelas keberadaanya dan tinggal melakukan penyanggongan di lokasi yang disinyalir kuat menjadi tempat persembunyian para pelaku. Sedangkan personil lainnya, difokuskan kembali untuk melakukan tugas harian mengungkap kasus-kasus kejahatan umum. "Timsus ini bekerja sesuai keahlian masing-masing. Ada yang menggali keterangan para saksi dan koneksinya kearah korban serta pelaku. Ada yang bertugas sebagai tim IT (informasi dan teknologi) serta tim sergap yang bertugas melakukan penangkapan para pelaku hingga melakukan interogasi awal," beber Alumni Akpol 2000 ini. Terlepas itu, dua pelaku yang ditangkap memiliki peran masing-masing. Rifai bertugas mengeksekusi korban. Sedangkan Arma bertugas mematikan lampu warung korban dan memantau suasana di luar warung. Sedangkan DPO AN, juga bertugas mengeksukusi korban dan harta bendanya. Dari penangkapan kedua pelaku, terungkap pula motif pembunuhan tersebut. Yaitu perampokan. "Timsus ini tetap akan kami fokuskan untuk mengejar DPO (AN, red). Dan tentunya juga tetap menjalankan tugas harian mereka, yaitu ungkap kasus 3C (curat, curas dan curanmor)," tandas AKBP Leonard. (Bkr)
Tag :

Berita Terbaru

Viral! 15 Rusa di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Terpantau Kurus, Diduga Alami Stress

Viral! 15 Rusa di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Terpantau Kurus, Diduga Alami Stress

Senin, 06 Apr 2026 13:53 WIB

Senin, 06 Apr 2026 13:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini area kebun binatang mini Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung mendapat sorotan tajam terkait…

Tekan Risiko Pergaulan Menyimpang, Kemenag Trenggalek Sigap Upayakan Literasi Gender

Tekan Risiko Pergaulan Menyimpang, Kemenag Trenggalek Sigap Upayakan Literasi Gender

Senin, 06 Apr 2026 13:26 WIB

Senin, 06 Apr 2026 13:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka menekan pergaulan bebas yang menyimpang bagi remaja, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek…

Maraknya Kebijakan WFH, Pemkab Tulungagung Tetap Terapkan Wajib Masuk Kantor

Maraknya Kebijakan WFH, Pemkab Tulungagung Tetap Terapkan Wajib Masuk Kantor

Senin, 06 Apr 2026 13:24 WIB

Senin, 06 Apr 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan Work From Home (WFH) untuk menghemat BBM imbas perang antara…

Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot

Heboh! Gelombang Keresahan Iklan Videotron 'Aku Harus Mati' di Surabaya, Kini Dicopot

Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini warga Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur juga diresahkan dengan adanya videotron (iklan) promosi film horor…

Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Selama Angkutan Lebaran, KAI Daop 7 Madiun Berhasil Amankan Barang Tertinggal Senilai Puluhan Juta Rupiah

Senin, 06 Apr 2026 12:03 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Sebagai wujud komitmen KAI Daop 7 Madiun kepada penumpang KA, tidak perlu khawatir jika barang barang miliknya tertinggal di kereta…

Talud Dermaga Telaga Ngebel Ambles hingga 15 Meter, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Juta

Talud Dermaga Telaga Ngebel Ambles hingga 15 Meter, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Juta

Senin, 06 Apr 2026 12:00 WIB

Senin, 06 Apr 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini hujan deras disertai angin kerap melanda daerah Jawa Timur, tak terkecuali di Kabupaten Ponorogo yang mengakibatkan…