Risiko Perempuan Terkena Kanker Payudara Berkurang

Menyusui, Cegah Risiko Kanker Pada Ibu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - RPerempuan lebih berisiko terkena kanker payudara dibanding lelaki. Keadaan ini bahkan terus meningkat tiap tahunnya. Tapi, risiko tersebut bisa berkurang, salah satunya adalah menyusui. Meski demikian, dokter mengingatkan agar perempuan tidak lantas berpikir dengan logika terbalik, bahwa kalau sudah menyusui maka ia akan terbebas dari kanker payudara. Hal ini diingatkan oleh dokter spesialis kanker, dr Ralph Girson Gunarsa, Spd-KHOM. "Dengan menyusui, kejadian kanker payudara memang bisa lebih rendah. Tapi, jangan dibalik, kalau sudah menyusui berarti bebas. Tidak, perempuan tetap harus menjaga kesehatan dan melakukan deteksi dini, seperti dengan Sadari," katanya saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini. Seperti menurut banyak pendapat ahli dan penelitian, diproduksinya susu akan menekan hormon perempuan yang menjadi pemicu kanker. Namun menurutnya, pada perempuan yang berisiko dan sudah menyusui tetap bisa ada kemungkinan kanker payudara itu muncul karena peradangan. "Misal saat menyusui, susu yang nggak dikeluarkan. Akibatnya bisa memicu peradangan. Itu memang hanya salah satu faktor risiko, karena kanker itu multifaktor. Oleh karenanya, perempuan tetap harus waspada dan rajin lakukan skrining," imbuh dr Ralph. Skrining yang direkomendasikan untuk dilakukan setiap perempuan untuk mencegah kanker payudara adalah dengan Sadari atau Periksa Payudara Sendiri dan Sadanis atau Periksa Payudara Klinis. "Sadari dilakukan untuk meraba tonjolan dan mengecek perubahan abnormal pada payudara setiap bulannya. Sementara Sadanis dilakukan setidaknya setahun sekali di dokter dengan melakukan pengecekan USG dan Mamografi. Keduanya bisa dilakukan selama masa subur perempuan dan saat masih sehat. Jadi jangan tunggu merasa sakit dulu baru periksa," pesannya.(Mei)
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…