Berawal dari Cekcok, Dua Pesilat PSHT yang Masih S

BONEK LAGI, BONEK LAGI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Dua pendekar silat dari Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) akhirnya menemui ajal, setelah terlibat bentrok dengan massa Bonek, sebutan supporter Persebaya Surabaya. Ironisnya, tawuran terjadi dipicu masalah sepele lantaran kedua pihak terlibat saling ejek. Khawatir terjadi aksi balas dendam, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal pun turun tangan mendamaikan Bonek dan PSHT. Sedang dua korban tewas diketahui bernama Eko Ristanto (25) asal Tlogorejo, Kepuh Baru Bojonegoro dan Mohammad Anis alias Paijo (20), tinggal di Simo Pomahan Gang III No 41 Surabaya. Hingga semalam, Minggu (1/10), jasad keduanya masih di kamar mayat RSU dr Soetomo Surabaya. Anis dan Eko sendiri merupakan saudara sepupu. ------------------- Laporan : Narendra Bakrie, Editor : Ali Mahfud ------------------- Ketenangan warga di pertigaan Karangpoh, Balongsari Tandes, Surabaya, Minggu (1/10/2017) dini hari sekitar pukul 01.45 Wib kemarin tiba-tiba terusik. Api membara dan asap tebal membumbung dari satu motor yang dibakar massa tepat di depan SPBU disana. Bentrokan tersebut adalah bentrok susulan. Sebab sebelumnya (Sabtu, 30/9/2017) malam sekitar pukul 22.30 Wib, bentrokan terjadi di Osowilangun. Bentrokan itu terjadi antara Perguruan Silat PSHT (Perguruan Setia Hati Terate) dan supporter Persebaya Surabaya yang biasa disebut Bonek. Massa PSHT pada Sabtu (30/9/2017) malam saat itu, sedianya hendak menghadiri acara di Gresik. Sedangkan massa bonek, bergerak setelah menonton pertandingan di GBT (gelora bung tomo) antara Persebaya Surabaya melawan Persigo Semeru FC Lumajang. Dari informasi yang berhasil dihimpun Surabaya Pagi di lapangan, bentrokan awal bermula saat massa PSHT berpapasan dengan massa bonek di Osowilangun. Berawal dari saling cekcok mulut, kedua massa ini akhirnya terlibat baku hantam. Kalah jumlah, massa bonek akhirnya terpukul mundur oleh massa PSHT. Darisanalah, sejumlah bonek terluka. Bahkan, seorang anggota polisi berpakaian preman, terkena lemparan helm anggota PSHT. "Mendengar ada bentrok pertama itu, kami langsung menerjunkan anggota dan saat itu kedua massa bisa kami redam dan bubarkan. Pasukan juga kami siagakan disana untuk mengantisipasi datangnya massa susulan," sebut Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal, Minggu (1/10/2017). Rupanya, ketenangan kedua massa hanya berjalan sesaat. Sebab, sejumlah bonek yang kawannya terluka akibat diserang massa PSHT, mengunggahnya di media sosial. Berawal darisana, info tersebut menyebar ke seluruh telinga bonek di Surabaya. Hingga massa bonek berkumpul di bundaran Karangpoh Balongsari Tandes Surabaya pada Minggu (1/10/2017) dini hari sekitar pukul 00.10 Wib. Sweeping pun dilakukan ratusan massa bonek di sana. Sejumlah kendaraan yang melintas diperiksa satu persatu pengemudi dan pengendaranya. Massa Bonek mencari siapapun pengendara yang membawa atau memakai atribut PSHT. Namun, sekitar pukul 01.30 Wib, tiba-tiba masa bonek beramai-ramai mengejar pengendara motor yang diduga anggota PSHT. Mereka yang sudah tersulut emosinya, langsung melakukan penganiayaan. Tak berselang lama, yaitu sekitar pukul 01.45 Wib, massa Bonek kembali beringas. Mereka menghentikan sebuah motor Honda CB bernopol S 4353 DT (plat nomor Bojonegoro). Sebagian massa membakar motor tersebut. Sebagian lain menganiaya kedua pengendaranya. Karena terluka parah, dua pengendara yang diduga anggota PSHT itu akhirnya dilarikan ke rumah sakit Muji Rahayu Tandes Surabaya. Setelah mengeroyok dua orang yang diduga anggota PSHT tadi, massa bonek rupanya bergeming. Mereka bertahan di pertigaan Karangpoh - Balongsari, Tandes Surabaya. Tapi, sekitar pukul 02.00 Wib, pasukan gabungan Polrestabes Surabaya akhirnya tiba di TKP dan berhasil membubarkan massa. Namun pasukan ini tetap bertahan hingga pagi di TKP. "Benar ada dua orang yang meninggal dari bentrokan tersebut. Keduanya dari anggota perguruan silat (PSHT, red). Kami akan melakukan pertemuan dengan kedua pihak untuk proses mediasi. Agar suasana ini tidak berkembang," tegas Kombes Pol M Iqbal. Dari data yang didapat Surabaya, kedua korban bentrokan tersebut adalah Eko Ristanto (25) asal Tlogorejo, Kepuh Baru Bojonegoro dan Aris (20) asal Simorejosari Bojonegoro. Keduanya dipastikan anggota PSHT. Hingga pukul 18.41 Wib semalam, jasad keduanya masih berada di Kamar Mayat RSU dr Soetomo Surabaya. "Saya sudah perintahkan Kasatreskrim (AKBP Leonard Sinambela) untuk mengusut tuntas kasus ini. Artinya, kami berkomitmen akan memproses kasus ini. Beberapa langkah sudah ditempuh. Baik olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi hingga penyelidikan," tandas Kombes Pol M Iqbal. Sementara AKBP Leonard menyatakan, hingga saat ini pihaknya sudah memeriksa 4 saksi. Diantaranya anggota polisi yang pertama kali melihat kejadian, warga setempat dan dari bonek. "Kami juga akan memeriksa sejumlah saksi lain. Baik dari bonek maupun PSHT. Kami akan melakukan koordinasi terhadap keduanya," katanya. Mediasi di Polrestabes Setelah terjadinya bentrokan antara PSHT dan Bonek, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol M Iqbal langsung menggelar pertemuan dalam rangka mediasi kedua pihak. Pertemuan yang dilakukan secara tertutup itu, berlangsung sekitar satu jam. Kombes Pol M Iqbal mempertemukan perwakilan PSHT dan Bonek. Kombes Pol M Iqbal mengatakan sengaja melakukan pertemuan itu, agar kejadian ini tidak berlanjut. Namun dirinya menegaskan, proses hukum terhadap pelaku penganiayaan tetap berlanjut. Pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya. Menurutnya, pihaknya juga akan memanggil salah satu korlap bonek, yaitu Andi Peci. "Ini menjadi titik akhir dalam pertemuan. Sungguh kejadian bentrok ini diluar dugaan," sebut Kombes Pol M Iqbal di ruang M Yasin, Polrestabes Surabaya, Minggu (1/10/2017). Sementara itu, Plt Kepala Cabang SPHT Surabaya, HM Rosadin mengatakan bahwa dalam kasus ini, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib. Yang jelas, pihaknya sudah sepakat untuk meredam anggotanya agar tidak memperpanjang masalah ini. Harapnya, bentrok semalam sudah berakhir, sehingga tidak ada bentrok kelanjutan. "Kami sudah menekankan kepada anggota (PSHT) untuk tidak melakukan balas dendam. Kami sepakat untuk meredam anggota kami, agar tidak memperpanjang masalah ini. Semua kami percayakan kepada polisi." terang Rosadin. Hal yang sama juga dikatakan korlap bonek, Andi peci. Dia menyatakan, bahwa kasus semalam diharapkan menjadi kasus yang terakhir dan tidak terulang lagi. "Atas nama bonek, kami memohon maaf. Saya yang sempat menolong korban dan melarikan korban ke rumah sakit. Saya siap untuk diperiksa pertama sebagai saksi oleh polisi," tegas Andi. Dari pertemuan itu, ada 4 poin kesepakatan. Pertama, Semua pihak menyampaikan duka dan bela sungkawa atas meninggalnya 2 orang anggota PSHT. Kedua, PSHT dan Bonek, sama-sama bersepakat menahan diri dengan tidak ada tindakan sweeping dan saling balas dendam. Ketiga, Polrestabes Surabaya akan melakukan penyelidikan terkait meninggalnya 2 anggota PSHT. Keempat, PSHT dan Bonek bersepakat untuk mempercayakan proses hukum ke Polrestabes Surabaya. Pengakuan Keluarga Korban Ditemui di RSU dr Soetomo Surabaya semalam, Tarisih ibu kandung Anis alias Paijo (20), mengaku jika anaknya jarang aktif mengikuti perguruan silat PSHT. Hanya saja, Anis sesekali diajak oleh saudara iparnya, yaitu Eko Ristanto (25) jika ada latihan. Kendati berasal dari Bojonegoro, namun Tarisih dan Daud suaminya telah hidup di Surabaya sejak 1995. "Kami ngontrak di Simo Pomahan gang IX. Tetapi setelah Anis menikah, dia ikut mertuanya di Simo Pomahan Gang 3 Surabaya. Dia meninggalkan istri dan anaknya yang masih bayi (belum genap 7 bulan)," kata Tarisih sambil menangis. Perempuan berjilbab itu mengaku, bahwa Anis-lah yang selama ini banyak membantu kebutuhan hidupnya dan adik kandungnya. "Dia tulang punggung kami. Saya berharap pelakunya segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya. Jangan diberi ampun," urainya sambil terbata-bata. Anis dan Eko Ristanto sendiri merupakan saudara sepupu. Mereka adalah anggota PSHT yang menjadi korban tewas bentrok antara PSHT dan Bonek. Jasad Anis disemayamkan di Simo Pomahan Gang 3 No 41 Surabaya. Sedangkan jasad Eko Ristanto akan disemayamkan di Tlogorejo, Kepuh Baru Bojonegoro. n
Tag :

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…