Direktur CIA: Garda Revolusi Iran Gada Teokrasi Lalim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pidato Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Michael Pompeo disampaikan sebagai keynote pada forum keamanan nasional di Austin yang disponsori oleh universitas tersebut pada hari Kamis waktu setempat. Pernyataan Pompeo itu juga menjelang pengumuman administrasi Trump mengenai posisi Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan nuklir Teheran yang direncanakan diumumkan hari Jumat (13/10/2017) waktu Washington. AUSTIN, John Robbinson. Pompeo melontarkan kecaman keras terhadap pemerintah Republik Islam Iran dalam pidatonya di Universitas Texas. Dia menyebut Iran sebagai “negara polisi yang kejam” dan ”teokrasi yang lalim” sedangkan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai gadanya. Pemerintah Presiden Donald Trump telah mengisyaratkan akan memasukkan IRGC dalam daftar organisasi teroris yang menuai reaksi keras dari Teheran. Di masa lalu, AS telah mendaftarkan pejabat dan afiliasi IRGC sebagai teroris namun menolak untuk menyebutkan nama kelompok afiliasi itu secara keseluruhan. ”Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran dan Korps Garda Revolusi Islam adalah gada teokrasi yang lalim, dengan IRGC hanya bertanggung jawab kepada Pemimpin Tertinggi,” kata Pompeo merujuk pada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei. ”Mereka adalah garda depan dinasti yang merusak, yang memperluas kekuatan dan pengaruhnya di Timur Tengah,” lanjut Pompeo. Dia menggarisbawahi sepak terjang IRGC yang menjadi lebih berani dalam operasinya. ”Dalam beberapa tahun terakhir, IRGC telah menjadi lebih sembrono dan provokatif, berusaha memanfaatkan kekosongan yang ditinggalkan oleh ketidakstabilan di Timur Tengah untuk secara agresif memperluas pengaruhnya,” ujar Pompeo. ”(IRGC) ini secara terbuka bersumpah untuk memusnahkan Israel dan ketika Anda melihat kematian dan kehancuran yang ditimbulkan di Suriah, Yaman, dan Irak oleh Teheran dan kuasanya, ancamannya jelas: Iran sedang melakukan upaya yang kejam untuk menjadi kekuatan hegemoni di wilayah tersebut,” papar Pompeo, seperti dilansir NBC News. Dalam satu bagian dari pidatonya, Pompeo membandingkan Iran dengan kelompok teror Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), di mana milisi Syiah yang terkait Iran telah bertempur di kawasan Timur Tengah selama bertahun-tahun. ”Karena tidak seperti ISIS dan khayalan khalifahnya, Iran adalah negara yang kuat yang tetap menjadi negara sponsor terorisme terbesar di dunia. Republik Islam adalah versi Iran tentang apa kekhalifahan yang seharusnya terlihat seperti berada di bawah kendali Ayatollah dan penjaga praetorya, IRGC,” imbuh Pompeo. Direktur CIA ini menuduh IRGC telah berusaha untuk melakukan serangan teroris di Washington, di mana seorang petugas AS telah terbunuh oleh sebuah IED (improvised explosive device) yang terkait dengan Iran, beberapa tahun silam. Empat tahun lalu, Manssor Arbabsiar dijatuhi hukuman 25 tahun penjara karena merencanakan untuk membunuh Duta Besar Arab Saudi di Washington. Pompeo mengatakan dalam pidatonya bahwa Arbabsiar telah merencanakan serangan tersebut dengan Pasukan Quds IRGC. Namun, di saat Arbabsiar dihukum, sejumlah pakar Iran di dalam dan di luar pemerintah AS mempertanyakan apakah dia benar-benar bertindak atas nama IRGC. 07
Tag :

Berita Terbaru

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

AKBP Didik Tersangka Narkoba, Juga Disidang Etik

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro, jalani sidang etik terkait kepemilikan barang bukti narkotika . "(Sidang etik…

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Pengusir Nenek Elina Widjajanti Minta Damai, Tapi Ditolak

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ingat  kasus yang menimpa Elina Widjajanti (80), yang menyita perhatian publik karena peristiwa kekerasan yang dialaminya. …

Maghfirah

Maghfirah

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:18 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebagai manusia biasa, melakukan kesalahan dan dosa tentunya hal yang wajar. Namun, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa …