Warga Desak Pertagas Perbaiki Urukan Galian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Gresik - Uang kompensasi yang di kantongi warga, terkait keberadaan proyek penanaman pipa gas, ternyata tidak mampu membungkam ocehan warga Desa Prambangan dan Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur. Buktinya, mereka masih terus memprotes kinerja kontraktor yang ditengarai menguruk bekas galian penanaman pipa di tengah jalan raya, asal-asalan. Bahkan kualitasnya, diragukan. Protes warga ini memang tidak dilakukan melalui aksi, turun di jalan. Meski demikian, PT Pertagas pemilik proyek, didesak memperbaiki kualitas urukan bekas galian menggunakan tanah sirtu dan bukan tanah biasa yang kualitasnya rendah. Hal ini dikemukakan warga dari dua desa tersebut, menyusul ulah pihak kontraktor menguruk bekas galian, hanya menggunakan tanah biasa. Padahal, idealnya diuruk dengan tanah sirtu sehingga, tidak amblas. "Sepanjang galian ini, hanya diuruk dengan tanah. Mestinya, sirtu supaya kualitas jalan sama seperti semula," ujar sejumlah warga Kedanyang dan Prambangan kepada Surabaya Pagi, Kamis (19/10). Beberapa warga sempat mendatangi proyek itu, dan mempertanyakan langsung atas kualitas tanah yang digunakan menguruk bekas galian. Namun, pekerja proyek tersebut, mengaku tidak tahu, alasannya mereka hanya bekerja sesuai perintah. Urusan material pihak kontraktor. “Kami sangat kecewa dengan pihak kontraktor yang menguruk bekas galian di tengah jalan hanya menggunakan tanah biasa. Kualitasnya rendah lagi," celutuh Adi, warga desa setempat. Bukan hanya itu, yang disoroti mereka. Kedalaman galian juga seyogyanya lebih dari 2,5 meter. Tapi, faktanya warga menduga hanya satu hingga 1,5 meter saja. Karena itu, sangat riskan terjadi kebocoran ketika ada getaran perbaikan jalan atau aktivitas alat berat, dikemudian hari. “Ini proyek gas loh. Pipanya itu tidak boleh sembarang pasang. Kedalamannya harus 2,5 hingga tiga meter. Kalau terjadi kebocoran, siapa yang tanggung jawab. Kan pasti banyak alasan segala oleh pihak perusahaan," tandas Agus lagi. Bukan hanya persoalan timbunan.Warga juga mendesak agar proyek ini segera dirampungkan, sehingga tidak mengganggu ketertiban umum dan aktivitas masyarakat. Terlebih, jalan ditutup dari arus lalu lintas. Sementara itu, Kepala Desa Prambangan, Fariantono yang ditemui tentang hal ini, ia mengatakan pihaknya memang mendengar jika urukan yang digunakan menutup bekas galian bukan sirtu. Begitu juga kedalaman galian kurang dari standar yang ditentukan. "Infonya sih begitu. Tapi kami dari Pemdes setempat belum bisa memastikan hal itu. Ini baru mau kita koordinasikan dengan pemborongnya, apa betul atau bagaimana," katanya. Bicara soal jalan raya yang baru 1,5 tahun mulus dengan aspal. Dan kini aspalnya dibongkar akibat proyek pipa gas. Memang harus diuruk dengan sirtu. Sehingga kondisi jalan kuat. Sebab dikhawatirkan, saat dilintasi mobil bekas galian tersebut amblas. "Minimal harus sama kualitasnya sebelum di bongkar. Apa lagi jalan ini baru dibangun. Jangan sampai rusak kembali," timpal Samudra, warga Kedanyang. Mis
Tag :

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…