Permasalahan sampah merupakan permasalahan pelik y

Belanja Tanpa Nyampah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Permasalahan sampah merupakan permasalahan pelik yang harus ditanggulangi bersama sama Setiap tahunnya dihasilkan 65.8 juta ton sampah di indonesia dengan tingkat pemilahan sampah di masyarakat yang masih rendah. ini pun membuat lndonesia menyumbang 1,29 MMT (million metric tons) sampah plastik ke laut setiap tahun. Melihat hal itu Unilever Indonesia bersama dengan Hypermart mengajak kinsumen untuk memilah sampah di rumah dan menyalurkannya ke drapbox yang ada di 3 toko Hypermat (Hypermart Pakuwon, Hypermart Sidoarjo dan Hypermart East Coast) melalu program 'Belanja tanpa Nyampah, pilah Sampah itu mudah' selama periode Desember 2017 -Februari 2018. Upaya ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pilah sampah untuk mengurangi timbunan sampah di alam ataupun di tempat pembuangan akhir (TPA). Maya Tamimi selaku Head of Environment and Sustainability dari Yayasan Unilever lndonesia menyatakan “Unilever percaya bahwa permasalahan sampah akan bisa diatasi jika semua pihak bekerjasama dalam menanggulangi permasalahan yang ada. Untuk itu, Unilever merasa perlu menggandeng banyak pihak salah satunya ritel seperti Hypermart untuk sama-sama mengelakkan edukasi mengenai pentingnya pilah sampah di tataran rumah tangga”. Maya menambahkan bahwa konsumen memiliki peranan penting dalam mengurangi sampah di TPA/di alam, karena semua upaya dimulai dengan mengurangi dan mengelola (memilah) sampah di tingkat rumah tangga. Komitmen Unilever dalam mengatasi permasalahan sampah sejalan dengan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), strategi untuk terus menumbuhkan bisnisnya seraya mengurangi jejak lingkungan yang ditimbulkan hingga separuh dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. Unilever secara global telah berkomitmen untuk mengurangi berat kemasan produknya hingga sepertiganya pada tahun 2020; dan meningkatkan penggunaan konten plastik daur ulang di kemasannya minimal 25 % di 2025. Selain itu, Unilever juga menargetkan seluruh kemasan plastiknya akan dapat didaur ulang, digunakan kembali atau diurai di 2025. Danny Kojongian selaku Corporate Communications Director & Corporate Secretary PT. Matahan’ Putra Prima Tbk. menyambut baik kerjasama antara Unilever dan Hypermart dalam mengurangi timbunan sampah kemasan produk di tengah masyarakat. “Kerjasama Unilever dengan Hypermart didasari oleh persamaan visi untuk mengurangi sampah kemasan yang terkirim ke tempat pembuangan akhir ataupun ke alam seperti lautan, yang dimulai dari skema pengumpulan sampah kemasan. Sebagai ritel, Hypermart merasa perlu ambil bagian dalam membantu mengatasi hal ini dengan berpartisipasi menyediakan dropbox pengumpulan sampah di beberapa toko Hypermart di Surabaya," ujar Danny. Program 'Belanja Tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah' diharapkan dapat mengedukasi konsumen untuk mengelola sampah dengan tepat. Sampah yang dikumpulkan konsumen tersebut akan disalurkan ke jaringan Bank Sampah binaan Unilever yang nantinya akan di salurkan ke industri daur ulang. Khususnya materi plastik fleksibel (plastik sachet dan pouch) akan meniadi materi untuk pabrik CreaSolv, pabrik daur ulang sampah kemasan plastik yang dimiliki Unilever bersama mitranya dl Sidoarjo. Akan ada reward yang diberikan kepada konsumen yang membawa sampah kemasan kosong dan bersih untuk dimasukkan kedalam dropbox. Maya kemudian menambahkan bahwa program kerjasama ini merupakan salah satu upaya Unilever untuk mengubah pendekatan pengelolaan sampah yang sebelumnya menggunakan pendekatan linear economy (ambil -pakai buang) menjadi circular economy atau ekonomi srrkular. “Pada intinya kami berusaha mengubah cara pandang terhadap plastik kemasan bekas pakai, tidak sebagai sampah, namun sebagai sebuah komoditas yang berpotensr untuk dikembangkan dan memiliki nilai,“ imbuhnya. Program “Belanja tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah' Juga merupakan upaya Unilever untuk terus membangun kesadaran para pihak akan konsep solusr pengelolaan sampah kemasan yang terintergasi, atau Extended Stakeholder ResponSibility (ESR). Konsep ini memaparkan permasalahan sampah sebagai tanggung jawab bersama dari semua pemangku kepentingan dalam mata rantai sampah dari hulu hingga hilir. Upaya upaya dalam mengatasi permasalahan sampah telah dilakukan oleh Unilever mulai dari sisi hulu hingga ke hilir. Di SISI hulu, Unilever mengembangkan inovasi dalam kemasan produk meiaiur inovasi bentuk kemasan yang lebih kECll dan mengoptimalkan berat kemasan sehingga dapat mengurangi limbah plastik dan kertas. Di srsi hiiir, Unilever sejak tahun 2001 menjalankan program GREEN AND CLEAN, TRASHION, dan BANK SAMPAH, yang menjangkau masyarakat luas, serta program ZERO WASTE TO LANDFILL di dalam kegiatan operasi Unilever sendiri, Di awal 2017, Unilever telah membuat terobosan CreaSolv Process, sebuah teknologi pertama di dunia yang mampu mendaur ulang plastik flekSibel kembali menjadi bahan baku kemasan sachet dan pouch. CreaSolv Process hanya dapat dioptimalkan manfaatnya bila ada sistem pengelolaan limbah yang tepat dan layak "Kami berharap program kerjasama ini dapat meningkatkan kesadaran semua pihak untuk bersama-sama mengatasr permasalahan sampah dengan mulai memilah sampah dan tataran rumah tangga hingga mstansr dan industri,“ tutup Maya. Jul
Tag :

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…