Jeritan Korban Puting Beliung di Sidoarjo

Bantuan Belum Cair, Warga Kecewa Bupati Saiful

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Korban puting beliung yang menerjang tiga desa, di Sidoarjo mengeluhkan lambannya pemerintah memberi bantuan. Hingga kini, mereka belum mendapat bantuan dari Pemkab Sidoarjo. Padahal, puting beliung yang menerjang Desa Tambakrejo, Tambak Sumur dan Tambak Sawah, Kecamatan Waru, sudah terjadi Rabu (22/11) pekan lalu. --------------- Laporan : Sugeng Purnomo --------------- Ratusan warga Desa Tambakrejo, yang sejak Rabu malam mengungsi di masjid dan sejumlah rumah kerabat mereka, mulai berdatangan ke rumahnya masing-masing. Mereka berupaya memperbaiki rumahnya yang rusak. Desa ini menjadi lokasi paling parah akibat puting beliung. Namun mereka tidak bisa berbuat banyak, karena bantuan dari Pemkab Sidoarjo yang diharapkan tak kunjung datang. "Kami menganggap penanganan bantuan kepada warga yang menjadi korban puting beliung lamban," kata salah satu korban puting beliung, Nur Asmono (52) warga Desa Tambakrejo, kemarin. Nur terpaksa memperbaiki rumahnya sendiri, tanpa ada bantuan dari pemerintah. Menurut informasi yang didapat, hingga kini pemerintah masih melakukan pendataan. "Memang betul, rumah kami sudah didata dan diambil fotonya. Sudah 4 hari kami lihat di posko, datanya masih data global. Kami berharap bantuan segera diberikan," jelas Nur. Hal sama disampaikan oleh Farid (32). Menurutnya proses pendataan dan penanganan ke masyarakat korban puting beliung kurang maksimal. "Warga korban puting beliung ini belum mengetahui kapan bantuan untuk perbaikan rumah itu direalisasi. Dari BPPD pun tidak ada sosialisasi terkait bantuan," kata Farid di depan rumahnya. Farid menegaskan hingga kini pemerintah hanya menyalurkan bantuan berupa nasi bungkus 3 kali sehari. Selain itu bantuan terpal untuk pengganti atap rumah. "Hendaknya bantuan itu segera diserahkan, agar warga ini bisa memperbaiki rumahnya," jelas Farid. Belum Diteken Bupati Kabarnya, molornya bantuan pemkab tersebut, karena Bupati Sidoarjo Saiful Ilah belum tandatangani dana darurat karena menunggu data fix dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo. BPBD mengklasifikasi rumah rusak yang diterjang puting beliung. "Klasifikasi tersebut meliputi rumah rusak ringan, sedang dan berat karena bantuan yang diberikan akan berbeda-beda tergantung dari penggolongan itu," kata Kepala BPBD Kabupaten Sidoarjo Dwijo Prawito, dihubungi terpisah, kemarin. Dikatakan, untuk kategori rumah yang mengalami rusak ringan akan diberikan bantuan senilai Rp5 juta, sedang Rp10 juta dan untuk yang berat Rp25 juta. Puting beling melanda Sidoarjo, Rabu (22/11) sore. Akibatnya, 754 rumah warga rusak ringan dan berat. Puluhan warga luka ringan dan sempat dirawat di rumah sakit. Sediakan Rp 7 M Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syarifuddin meminta warga korban angin puting beliung bersabar. Untuk penanganan korban ini, Pemkab Sidoarjo telah menyediakan dana sebesar Rp 7 miliar. "Dana tersebut dari APBD dan sudah siap. Tinggal menunggu data valid. Rp 4 miliar untuk ganti rugi bangunan. Sementara yang Rp 3 miliar untuk infrastruktur," kata Nur Achmad Syarifuddin. Nur mempersilahkan bagi warga yang memiliki dana pribadi, untuk memperbaiki terlebih dahulu rumahnya. Selanjutnya, tinggal menunggu pencairan dana bantuan dari pemerintah. "Bagi warga yang akan memperbaiki rumahnya dengan dana pribadi silakan. Jangan kawatir pasti tetap mendapatkan bantuan karena data sudah ada," jelasnya. n
Tag :

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …