NASA Ciptakan Sensor Pendeteksi Sampah Antariksa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - NASA menggandeng perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, untuk mengembangkan sensor terbaru yang bisa mendeteksi puing-puing sampah di antariksa. Sensor tersebut sudah dikirim ke luar angkasa sejak 4 Desember 2017. Sampah-sampah yang melayang di luar angkasa ternyata sangat sulit untuk diamati dari Bumi karena terlalu kecil. Sensor bernama Space Debris Sensor (SDS) ini bertugas untuk mencari objek yang ukurannya bahkan bisa sekecil debu, seperti noda cat dan serpihan puing lain yang bersifat destruktif. Sensor tersebut, sebagaimana dilansir Science Mag dapat membantu Angkatan Udara AS (USAF) untuk melacak objek sampah luar angkasa berukuran besar. Namun, USAF tidak mampu mendeteksi objek yang kecil karena keterbatasan instrumen. Tercatat, ada 23.000 objek mikro yang sulit dideteksi. Karena itu, kehadiran SDS sangat dibutuhkan. SDS sendiri merupakan sensor berukuran satu meter persegi dan akan dipasang di Stasiun Luar Angkasa (ISS, International Space Station) yang dilapisi material halus berupa jala. Ada sensor tipis yang tersemat di dalam material tersebut. Sensor akan menghitung ukuran, dampak, serta intensitas dari puing sampah yang ada di luar angkasa. Jadi, saat puing bergerak dan menghantam jala tersebut, mereka akan menyentuh kabel dan menciptakan gesekan yang akan dihitung oleh sensor. Sensor pada tahap ini akan menghitung kecepatan dan benturan puing yang terbang. Canggihnya, sensor juga memiliki kemampuan untuk mendeteksi asal-usul puing. Misal, sensor bisa menebak objek berbentuk elips berarti adalah objek meteroid, sedangkan objek melingkar adalah objek yang merupakan puing dari satelit buatan manusia. SDS juga bisa mengukur kepadatan microdebris atau puing mikro yang ukurannya lebih kecil. Ia bahkan secara akurat bisa memprediksi objek yang lebih kecil dari satuan milimeter. Direktur Program SDS Brian Weeden menjelaskan, sensor diciptakan untuk mendeteksi puing kecil karena puing-puing ini justru lebih berbahaya dari yang besar. "Puing tersebut bisa saja memasuki objek yang lebih besar seperti satelit dan bisa merusak kinerja instrumen. Maka itu, kami ingin meminimalisir mengurangi sampah antariksa dengan hadirnya sensor ini," ujar Weeden. Sebagai informasi, Stasiun Luar Angkasa saja tinggi orbitnya baru di 400 kilometer. Jika memang SDS berhasil, ia nantinya akan mampu mendeteksi puing di sekitar Bumi di ketinggian 700-1.000 kilometer. sta
Tag :

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…