Tumbuhan Berbahaya di Pulau Sempu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Malang – Pecinta Pulau Sempu harus tahu bahwa ada tumbuhan berbahaya di pulau itu. Hal itu diketahui dari Tim peneliti Kebun Raya Purwodadi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (KRP-LIPI) menemukan 15 jenis tumbuhan asing di Cagar Alam Pulau Sempu. Beberapa jenis di antaranya masuk kategori organisme invasif atau bukan tumbuhan asli di daerah itu dan paling berbahaya serta sulit dikendalikan di dunia. Ketua Tim Kajian Diversitas Flora Pulau Sempu KRP-LIPI, Ridesti Rindyastuti mengatakan, keberadaan tumbuhan asing itu mengancam ekosistem dan keanekaragaman flora di Pulau Sempu. "Berbahaya karena kecepatannya mendominasi suatu kawasan dan sulit dikendalikan," kata Ridesti saat dikonfirmasi di Malang, Jawa Timur, Kamis 14 Desember 2017. Temuan 15 jenis tumbuhan asing itu berdasarkan hasil penelitian tahun 2015–2017. Lima jenis tumbuhan asing di antaranya masuk daftar 100 jenis organisme invasif paling berbahaya di dunia berdasarkan ketetapan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Invasif Spesies Specialist Group. Antara lain, Kirinyuh (Chromolaena odorata), Alang-alang (Imperata cylindrica), Kembang Telekan (Lantana camara), Kecrutan (Spathodea campanulata) dan Enceng Gondok (Eichhornia crassipes). Empat jenis lainnya masuk dalam sepuluh jenis gulma yang paling sulit dikendalikan di dunia, yaitu, Rumput Teki (Cyperus rotundus), Rumput Belulang (Eleusine indica), Alang-alang (Imperata cylindrica), dan Eceng Gondok. "Tumbuhan asing itu mayoritas hanya berupa semak. Pohon besar dan tanaman perdu asli Pulau Sempu bisa hilang karena kalah dalam hal menyerap nutrisi," ujar Ridesti. Ridesti mengatakan, 15 jenis tumbuhan asing ini ditemukan di delapan lokasi di Cagar Alam Pulau Sempu. Populasi jenis tumbuhan asing tertinggi ditemukan di area Gladakan dan Segara Anakan. Dua lokasi paling sering dikunjungi oleh wisatawan. Eceng Gondok dan Teratai Putih (Nymphaea alba) yang ditemukan di Telogo Lele dan Telogo Dowo diduga diintroduksi oleh manusia karena kedua lokasi tersebut terletak jauh dari bibir pantai dengan posisi populasi yang berpola layaknya diberi jarak tanam. "Hasil kajian kami, tumbuhan invasif itu bisa terbawa oleh manusia tanpa sengaja dan ditanam dengan sengaja oleh pengunjung yang masuk ke Pulau Sempu," papar Ridesti. Tim Kajian Diversitas Flora Pulau Sempu KRP–LIPI sudah menyampaikan tiga rekomendasi ke Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur selaku otoritas pengelola kawasan Cagar Alam Pulau Sempu. Rekomendasi meliputi, mengurangi atau bahkan melarang bukaan lahan seperti pembuatan jalan setapak untuk pengunjung. Meminta BKSDA memasang papan informasi tentang tumbuhan asing, serta memantau secara intensif terhadap jenis tumbuhan asing itu. "Di antara tiga rekomendasi itu, paling mudah adalah memonitoring tumbuhan asing itu. BKSDA merespon positif rekomendasi kami," Ridesti menuturkan. lx/lpt
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…