Jelang Pesta Tahun Baru, Peredaran Sabu Dikemas Ko

AWAS, KOPI NARKOBA!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Menjelang perayaan tahun baru 2018, peredaran narkoba mulai menggeliat. Modus peredarannya pun tergolong baru, untuk mengelabuhi aparat penegak hukum. Jika di Jakarta terbongkar narkoba jenis sabu diedarkan dalam bentuk cairan dikemas dalam botol air mineral, modus lain juga terungkap di Surabaya. Di ibu kota Jawa Timur ini, peredaran sabu dikemas dalam bungkus kopi sachet. Meski beda kemasan, tapi keduanya sama-sama modus baru. Peredaran narkoba ini diduga dikendalikan dari apartemen di kawasan Surabaya barat. -------- Laporan : Narendra Bakrie – Editor : Ali Mahfud -------- Satreskoba Polrestabes Surabaya membongkar peredaran narkoba jenis sabu yang dikemas dalam bungkus kopi sachet. Itu setelah mereka menyergap seorang pria di parkir basement sebuah apartemen di wilayah Dukuh Pakis Surabaya. Sejumlah barang bukti sabu berhasil diamankan dari tangan pria tersebut. Pria yang disergap tersebut diketahui bernama Heru, pria 30 tahun yang sehari-hari tinggal di apartemen tersebut. Sedangkan penyergapan terhadap Heru, dilakukan oleh Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Penyergapan itu dilakukan pukul 23.00 Wib, akhir pekan bulan lalu. Itu setelah Unit II menerima informasi adanya seorang pengedar yang tinggal di apartemen tersebut. "Setelah kantongi identitas terduga pengedar, tim kami melakukan penyanggongan di seputar apartemen. Dan saat terduga pengedar terlihat di parkir basement itu, tim kami langsung menyergapnya," tutur Wakasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Anton Prasetyo, Minggu (17/12/2017). Terduga pengedar awalnya berkilah bahwa dirinya tidak membawa sabu yang dituduhkan. Bahkan saat digeledah, hanya ditemukan sebungkus kopi sachet. Kopi sachet itu terkemas rapi dan nyaris mengecoh petugas. "Akhirnya kami minta terduga untuk membuka kemasan kopi sachet itu. Dan benar, di dalam kemasan kopi sachet itu terdapat dua poket narkoba jenis sabu," beber Kompol Anton. Setelah ditemukan dua poket sabu itu, Heru sang terduga pengedar akhirnya mengakui bahwa sabu itu miliknya. Darisanalah, Heru dikeler menuju kamar apartemennya. Di dalam kamar Heru, petugas menemukan sejumlah barang bukti lain. Diantaranya 6 buah pipet kaca kosong, 5 pack plastik klip dan tiga buah timbangan serta kartu ATM. Sedang 2 poket sabu yang dikemas Heru dalam kopi sachet itu seberat 3,25 gram. Heru pun digelandang ke Mapolrestabes Surabaya untuk diperiksa. Dalam pemeriksaan, Heru mengaku mendapat sabu itu dengan cara membeli langsung ke Madura. Dia membeli dari seseorang berinisial SP. Setelah mendapat sabu dari Madura, Heru kemudian mengemas ulang sabu itu menjadi paket hemat. Untuk mengelabui petugas, Heru memasukkan paket hemat sabu itu ke dalam kemasan kopi sachet. "Baru 4 kali saya membeli barang (sabu) ini dari Madura," aku Heru. Tapi, penyidik menduga, Heru sudah lebih dari 4 kali melakukannya. Hingga kini pun, Heru masih dikorek keterangannya untuk membongkar jaringannya. Dalam bertransaksi, Heru berkomunikasi dengan pembelinya menggunakan HP dengan kode-kode tertentu yang berhubungan dengan jual-beli kopi. Dan setelah ada deal, Heru mengantarkan kemasan kopi sachet berisi sabu itu kepada pembeli. Kadang, kopi sachet berisi sabu itu diberikan langsung. Kadang pula, Heru mengantarnya dengan sistem ranjau. Atas perbuatannya, oleh penyidik Heru dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Jeratan itu diterapkan karena Heru terbukti menjual dan mengedarkan narkoba jenis sabu. Heru pun terancam hukuman minimal 4 tahun penjara. BNNP tak Kaget Menanggapi modus peredaran narkoba jenis sabu di Surabaya dan Jawa Timur, Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP (Badan Narkotika Nasional Propinsi) Jawa Timur, AKBP Wisnu Chandra menyatakan, memang cara packing yang dilakukan sejumlah bandar dan pengedar narkoba paling sering berubah. Namun untuk pola pengiriman, tidak banyak bergeser. Kendati pihaknya tidak fokus pada cara packing pengedar, namun AKBP Wisnu menyebut jika pengedar selalu mengikuti tren packing terkini. "Nah, yang kami pantau bukan cara packingnya. Melainkan alur distribusi masuknya (narkoba) ke Jatim ini bagaimana. Karena jika kita sudah kuasai alurnya, packing model apapun, akan dengan mudah kita bongkar," bebernya. AKBP Wisnu mencontohkan, pemelototan terhadap alur distribusi narkoba ke Jatim yang dilakukan pihaknya, Kamis (14/12/2017) lalu akhirnya berhasil memutus mata rantai peredaran narkoba jaringan internasional. "Jadi, narkoba jenis sabu yang dikirim ke Mojokerto kemarin itu, berasal dari Johor Malaysia. Alur distribusinya kami pelototi mulai bergerak dari Jakarta - Madura - Mojokerto," ulasnya. Menurutnya, alur distribusi narkoba jaringan tersebut, menggunakan jasa paket pengiriman barang antar kota antar pulau. Yaitu disisipkan ke dalam barang paket dengan angkutan truk. "Kami terpaksa memutus mata rantai jaringan ini. Karena sudah berulang kali melakukan transaksi serupa. Bayangkan saja, pengiriman terakhir di Mojokerto saja satu kilogram," tegas AKBP Wisnu. Ditanya apakah bakal ada distribusi narkoba dalam jumlah besar ke Surabaya maupun Jatim jelang malam perayaan tahun baru kali ini, AKBP Wisnu tidak bersedia membeberkannya. Sebab itu menjadi rahasia pada dapur BNNP Jatim. Namun pihaknya tak menampik, jika pihaknya tengah melakukan pemantauan super ketat secara nonstop terhadap alur distribusi narkoba yang mungkin saja akan masuk ke Surabaya atau Jatim. Sabu Cair Terlepas itu, menanggapi temuan sabu cair di Jakarta, AKBP Wisnu menyatakan jika pihaknya juga sudah menerima sampel dari Bareskrim Mabes Polri. Bahkan, meskipun di Surabaya dan Jatim belum terdeteksi adanya peredaran sabu cair tersebut, pihaknya juga terus bergerak untuk mengendusnya. AKBP Wisnu menambahkan, jika sebenarnya sabu cair itu sudah dipantau sejak November 2016 ketika disinyalir masuk ke Indonesia. Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek diskotek MG di kawasan Tubagus Angke, Jakarta Barat. Tak jauh dari kawasan Kalijodo. Dari penggerebekan tersebut petugas menemukan sabu cair. Bentuknya pakai botol air mineral 330 ml, dicopot logonya. Satu botol cairan mengandung zat metamfetamin (sabu) itu dijual dengan harga Rp400 ribu per botol. Saat digeledah, sekitar 80 botol berisi sabu cair siap edar ditemukan. Pengguna Narkoba Fakta tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi orang tua, agar ketat mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih pelajar. Sebab, angka pengguna narkoba dari kalangan pelajar di Kota Pahlawan ini masih tinggi. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, pelajar pengguna narkoba meningkat signifikan. Pada 2015 lalu ada, 208 siswa dan siswi di Surabaya menjadi pengguna narkoba. Angka tersebut sempat turun pada 2016 lalu. Dari angka 208 siswa siswi jadi pengguna narkoba di 2016, turun menjadi 84 anak. Tapi penurunan tersebut tidak ditekan pada 2017, lantaran jumlahnya kembali melonjak ke 118 siswa siswi positif menjadi pengguna barang haram tersebut. Ironisnya, paling banyak mengonsumsi narkoba adalah pelajar SMP. Jumlahnya berkisar 50 hingga 70 persen. n
Tag :

Berita Terbaru

Skema BOSDA Kota Mojokerto Dirombak, Pemkot Tegaskan Untuk Ringankan Warga

Skema BOSDA Kota Mojokerto Dirombak, Pemkot Tegaskan Untuk Ringankan Warga

Senin, 20 Apr 2026 10:19 WIB

Senin, 20 Apr 2026 10:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Skema penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) resmi dirombak tahun ini. Pemerintah Kota Mojokerto…

Fenomena kasus pelecehan seksual apakah peristiwa baru? Beberapa dosen di Surabaya menyebut kasus lama yang kini mulai t

Fenomena kasus pelecehan seksual apakah peristiwa baru? Beberapa dosen di Surabaya menyebut kasus lama yang kini mulai t

Senin, 20 Apr 2026 09:54 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:54 WIB

Fenomena kasus pelecehan seksual apakah peristiwa baru? Beberapa dosen di Surabaya menyebut kasus lama yang kini mulai terungkap ke publik. Sejumlah penyintas…

Camat Magersari Dukung dan Kawal Terus Gerakan “Bike to Work” Setiap Hari Jumat

Camat Magersari Dukung dan Kawal Terus Gerakan “Bike to Work” Setiap Hari Jumat

Senin, 20 Apr 2026 09:51 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:51 WIB

  SURABAYAPAGI.Com, Mojokerto - Camat Magersari Kota Mojokerto Setiyo Budi Utomo secara aktif mengampanyekan dan mengikuti gerakan Bike to Work (bersepeda ke …

Langgengnya Kasus Pelecehan di kampus , Ada Relasi Kuasa Timpang Dosen dan Mahasiswa

Langgengnya Kasus Pelecehan di kampus , Ada Relasi Kuasa Timpang Dosen dan Mahasiswa

Senin, 20 Apr 2026 09:40 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:40 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani, menjelaskan faktor pertama yang membuat masih langgengnya kasus pelecehan di kampus ialah…

Park Ji Hoon Umumkan konser RE-FLECT Asia

Park Ji Hoon Umumkan konser RE-FLECT Asia

Senin, 20 Apr 2026 09:37 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:37 WIB

SURABAYAPAGI- Penyanyi sekaligus aktor Park Ji Hoon mengumumkan lokasi pelaksanaan jumpa penggemar dan konser "RE:FLECT" di Asia tahun ini. Menurut siaran…

Uya Kuya lapor soal hoaks kepemilikan dapur MBG

Uya Kuya lapor soal hoaks kepemilikan dapur MBG

Senin, 20 Apr 2026 09:33 WIB

Senin, 20 Apr 2026 09:33 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Polda Metro Jaya membenarkan telah menerima laporan dari publik figur yang juga anggota DPR, Surya Utama alias Uya Kuya (51) terkait…