PG Kembali Mendulang Predikat Industri Hijau Level Tinggi 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Setelah berhasil meraih penghargaan predikat Proper Hijau dari Kementerian Lingkungah Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Senin (19/12/2017) lalu, PT Petrokimia Gresik (PG), produsen pupuk terlengkap di Indonesia anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali meraih penghargaan Industri Hijau Level 5, atau yang tertinggi, dari Kementerian Perindustrian pada Kamis (21/12/2017). Penghargaan ini diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar dan diterima oleh Direktur Produksi PG I Ketut Rusnaya di Gedung Kementerian Perindustrian di Jakarta. I Ketut Rusnaya menyatakan bahwa Industri Hijau merupakan penghargaan dari Kementerian Perindustrian kepada perusahaan industri yang telah menerapkan pola penghematan sumber daya dan penggunaan bahan baku dan energi yang ramah lingkungan serta terbarukan. “Industri Hijau Level 5 ini merupakan pengakuan tertinggi dari pemerintah atas komitmen manajemen Petrokimia Gresik yang selama ini sudah melakukan efisiensi dalam proses produksi dan pengelolaan lingkungan yang baik dan berkelanjutan,” ujar I Ketut Rusnaya. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan berdasarkan penilaian pada tiga kriteria utama, yaitu proses produksi yang meliputi program efisiensi produksi, penggunaan material input, energi, air, teknologi proses, sumber daya manusia (SDM), hingga lingkungan kerja di ruang proses produksi. Kedua adalah kinerja pengelolaan limbah yang meliputi program penurunan emisi CO2, pemenuhan baku mutu lingkungan, serta sarana pengelolaan limbah atau emisi. Ketiga adalah manajemen perusahaan yang meliputi sertifikasi, program CSR, penghargaan, serta kesehatan karyawan. Petrokimia Gresik, lanjut I Ketut Rusnaya, akan terus mempertahankan dan meningkatkan pengelolaan sumber daya dan lingkungan yang lebih baik dan efisien. Karena perusahaan bertekad menjadi industri unggul yang dapat memberikan solusi pangan terhadap Indonesia, yaitu melalui berbagai produk pupuk, benih, pengendalian hama, serta berbagai produk lainnya. “Sebagai industri yang menggunakan teknologi canggih, proses produksi kami selalu berpatok pada efisiensi sumber daya dan pengelolaan lingkungan yang baik. Bahkan pengelolaan lingkungan kami melebihi dari apa yang dipersyaratkan oleh peraturan atau beyond compliance,” tutup I Ketut Rusnaya. Mis
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…