Berantas Kemiskinan, Beri Pendampingan 5.231 Rumah Tangga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketimpangan ekonomi di Provinsi Jawa Timur, saat ini masih dibilang sangat tinggi. Hasil survei yang baru saja dirilis oleh Surabaya Survey Centre (SSC) juga menunjukkan bahwa penuntasan kemiskinan masih dianggap oleh 25.6 persen responden menjadi PR nomor 1 bagi pemerintah. Di sisi lain, Usaha pemerintah Jawa Timur dalam mengentaskan kemiskinan telah dilakukan melalui beragam cara. Salah satunya dengan program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera Penanggulangan Kerentanan Kemiskinan (Jalin Matra PK2) yang digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur. Pada program tersebut, Sosiolog Universitas Airlangga Doddy Sumbodo Singgih dipercaya menjadi salah satu pendamping. Doddy mendapatkan tugas untuk memberikan pendampingan terhadap 5.231 rumah tangga di Jawa Timur. "Pendampingan tersebut bertujuan mengentaskan kemiskinan serta menciptakan masyarakat yang mandiri dengan memiliki usaha yang produktif dengan cara meminjamkan dana bantuan usaha. Pendampingan terhadap 180 desa dan 29 kabupaten itu berjalan terhitung sejak Januari hingga Desember tahun ini," kata Doddy pada Evaluasi program yang dilaksanakan pada beberapa waktu yang laludi Aula Soetandyo, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Unair. Doddy lebih lanjut menjelaskan bahwa Program tersebut telah berjalan tiga tahun dan akan terus berlangsung hingga satu tahun ke depan pemerintahan Gubernur Jatim Soekarwo. "Rumah tangga sasaran program tersebut bukan orang miskin, melainkan orang-orang yang hampir miskin. Kita bantu mereka dengan usaha yang produktif agar tidak terjeblos menjadi orang miskin,” ungkapnya. Menurut Doddy, bantuan yang diberikan melalui program tersebut berupa pemberian pinjaman dana murah yang berasal dari dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Untuk dapat memperoleh dana pinjaman itu, mereka harus membentuk kelompok masyarakat beranggota lima hingga tujuh orang. "Masing-masing kelompok masyarakat dipinjami dana senilai 65 juta yang dapat digunakan untuk usaha produktif. Kriteria kemiskinan tersebut didapat dari 14 indikator kemiskinan yang didapat dari Badan Pusat Statistik (BPS). Proses yang dilakukan sangat lama dalam melakukan pendampingan masyarakat itu. Mulai merekrut tenaga di tingkat kabupaten, memberikan sosialisasi program, pengendalian agar pemberian dana tepat sasaran, hingga mengatur keuangan dari dinas," jelas Doddy ”Kami rekrut dan latih para pendamping dari 29 kabupaten. Intinya, kami mendampingi mereka agar dana APBD yang dipinjamkan secara murah kepada rumah tangga sasaran kembali dengan selamat. Kita ditugaskan untuk mengawal itu. Jangan sampai ada penyimpangan prosedur, baik yang berpotensi merugikan maupun yang tidak merugikan," tambahnya. Dari tahun ke tahun, jumlah desa yang mendapatkan bantuan dana terus bertambah. Tahun depan jumlah desa yang akan mendapatkan bantuan peminjaman dana mencapai 212 desa. Selama 2015 hingga 2018, pemerintah mematok target 1.000 desa dapat didampingi. Doddy berharap program pemerintah itu bisa berlangsung secara berkelanjutan. Dengan demikian, visi pemerintah menuju masyarakat yang mandiri dan sejahtera dapat terlaksana. Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Nurul Muntasyiroh pada kesempatan yang sama juga menyatakan bahwa dalam program tersebut, kampus sangat berperan sebagai penyedia SDM sekaligus staf ahli. ”Kami memiliki keterbatasan SDM serta keahlian. Selain menyediakan SDM, kampus juga memiliki tenaga ahli yang memberikan telaah terhadap berjalannya program agar sesuai dengan tujuan,” pungkasnya. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Bupati Gresik Lantik Kades PAW Desa Laban, Fokus Percepatan Infrastruktur dan Akses Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 23:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik melantik Mujiani sebagai Kepala Desa Laban, Kecamatan Menganti, dalam prosesi pengambilan sumpah jabatan …

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Warga Josenan Tegas Tolak KKMP di Lapangan, Nilai Hasil Pertemuan Masih Banyak Ganjalan

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:43 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun, – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madi…

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Realisasi PAD Triwulan I Capai 20 Persen, Bapenda Kota Madiun Lakukan Evaluasi

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Madiun terus menggenjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui evaluasi dan opt…

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Sesuai Tahapan, DPRD Sumenep Tuntaskan Tiga Raperda 2026 

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurda DPRD Sumenep dengan agenda Penandatanganan Naskah…

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Perkuat Peralatan Gardu Induk Manisrejo dan Ngawi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Kelistrikan Makin Andal

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat keandalan sistem transmisi d…

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…