Taksi Terbang Pertama di Dunia Bagi-Bagi Kado Natal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Dalam sebuah video eksklusif yang dibawakan Xinhua News, uji coba armada taksi terbang berbentuk drone itu berlangsung cukup cepat. Saat drone hendak terbang, ada seorang penumpang wanita berpakaian Santa Claus yang ikut menaiki drone tersebut. Taksi terbang pertama di dunia, Ehang 184 akhirnya kembali diuji coba. Meski uji coba masih terbatas, setidaknya uji coba kali ini bersifat komersial karena taksi terbang itu membagikan kado natal secara gratis di wilayah Tiongkok. Terbangnya Ehang 184 ternyata tak dikendalikan langsung oleh wanita tersebut, melainkan dikontrol oleh tim pengendali khusus di ruangan terpisah. Saat terbang, cuaca sekitar cukup mendung dan tidak berangin. Setelah sekitar beberapa menit terbang, drone pun mendarat dengan baik tanpa ada satu kendala apa pun. Untuk lebih lengkap, kamu bisa intip uji penerbangan Ehang 184 dalam video di bawah ini: Ehang sendiri dikabarkan akan memproduksi 1.000 armada taksi terbang yang bisa membawa satu orang penumpang dalam jarak 40 kilometer di udara. Namun sayang, perusahaan yang berbasis di Zhejiang, Tiongkok itu belum mau mengungkap negara mana yang akan mengoperasikan taksi terbang ini. Ehang 184 sendiri mengambil bentuk drone besar dengan delapan baling-baling bermesin elektrik di sekelilingnya. Ia juga memiliki kapasitas daya tahan dapat diisi ulang dalam waktu dua jam. Karena taksi tidak ada pengemudinya, penumpang harus menggunakan layar sentuh untuk memilih tujuan. Tak ada kontrol navigasi lain di dalam drone. Taksi drone tersebut memiliki teknologi autopilot. Terkait keamanan, Ehang 184 diklaim sebagai drone paling aman di dunia karena memiliki sistem keamanan yang terintegrasi. Jika ada sesuatu yang salah terjadi di mesin drone, ia secara otomatis akan turun ke daratan. Tak hanya itu, Ehang 184 juga dilengkapi dengan jaringan komputer terenkripsi untuk mencegah peretasan. Meski konsep taksi terbang berupa drone terdengar canggih, pada kenyataannya beberapa pengamat transportasi udara menilai gebrakan tersebut harus ditinjau lebih lanjut. Pakar transportasi udara dan sistem pesawat, Steve Wright mengatakan, drone seperti Ehang 184 harus diuji keamanannya berkali-kali sebelum bisa dioperasikan secara publik. "Mungkin mereka sudah menyiapkan sistem yang mapan, jadi semuanya diatur dengan mudah dan otomatis. Tapi semua harus diuji terlebih dahulu agar tidak terjadi kegagalan," kata pria yang juga aktif mengajar di University of the West of England ini. "Saya mau melihat ia terbang setidaknya 1.000 jam, baru setelah itu mereka uji dengan membawa manusia di dalamnya," tandas Wright.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…