Jepang Tidak Akan Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seperti dikutip dari media berhaluan liberal The Times of Israel, Menlu Kono dilaporkan telah mengundang PM Netanyahu dan Presiden Abbas untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi di Tokyo guna membahas soal konflik Israel-Palestina. AMMAN, Ahmed Mustofa. Pemerintah Jepang memastikan tak akan memindahkan kantor kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem. Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Taro Kono, pada sela-sela pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi di Amman (26/12). Seperti dilansir Xinhua, Menlu Kono beralasan bahwa status final Yerusalem baik sebagai ibu kota maupun rumah bagi kantor misi diplomatik negara asing harus dibahas dan ditetapkan melalui negosiasi langsung. Menlu Kono juga mengatakan bahwa Jepang mendukung solusi dua negara sebagai salah satu metode penyelesaian konflik Israel - Palestina. Lawatan Kono ke Yordania merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Israel dan Palestina (25/12). Saat itu, sang Menlu Jepang melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara terpisah. Yerusalem menjadi tempat pertemuan Kono dengan Netanyahu. Adapun Ramallah merupakan lokasi tatap muka sang Menlu Jepang dengan Abbas. Undangan itu disampaikan kala Kono melawat ke Israel dan Palestina (25/12). Konferensi yang digelar di Tokyo itu juga direncanakan untuk turut mengundang Penasihat Kepresidenan Amerika Serikat, Jared Kushner mewakili Presiden AS Donald Trump. Merespons undangan Kono, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya membuka diri untuk hadir pada konferensi tersebut, hanya jika AS menyetujui untuk hadir. Kata media lokal Israel, Hebrew Channel 10 seperti dikutip The Times of Israel. Sementara itu, belum diketahui bagaimana respons Abbas atas undangan Jepang perihal dialog mengenai isu Yerusalem dan perdamaian konflik Israel-Palestina. Pada rentang waktu yang berdekatan, Israel dilaporkan telah merajut komunikasi dengan setidaknya 10 negara, guna membahas tentang kemungkinan untuk memindahkan kedutaan masing-masing ke Yerusalem. "Kami telah berdialog dengan setidaknya 10 negara. Beberapa di antaranya merupakan negara Eropa," kata Deputi Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely, seperti dikutip dari South China Morning Post. Namun, Hotovely tak menyebut nama ke-10 negara yang telah dibujuk oleh Israel untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kendati demikian, seorang sumber diplomatik Israel yang anonim menyebut beberapa nama negara yang telah dibujuk, di antaranya; Honduras, Filipina, Rumania, dan Sudan Selatan. Hotovely yakin, langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berencana untuk memindahkan Kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem akan diikuti oleh sejumlah negara lain, termasuk ke-10 negara tersebut. Pernyataan Deputi Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Hotovely itu muncul usai Guatemala mengumumkan rencana serupa, yakni memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. Presiden Guatemala Jimmy Morales mengumumkan akan memindahkan kantor kedutaan besar negaranya di Israel ke Yerusalem. Hal itu diumumkan oleh Presiden Morales (24/12) malam waktu setempat. Rencana itu menjadikan Guatemala sebagai negara pertama yang mengikuti jejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya telah berencana akan memindahkan Kedutaan AS di Tel Aviv ke Yerusalem. Demikian seperti dimuat Time. Lewat akun Facebook resminya pada Minggu malam, Morales mengatakan, telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Guatemala untuk memindahkan kedutaan negara mereka ke Yerusalem. Instruksi itu datang usai Morales melakukan dialog dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa waktu sebelumnya. "Saya dan Netanyahu berbicara tentang hubungan besar yang kami miliki sejak Guatemala mendukung pembentukan negara Israel. Salah satu topik relevan yang kami bahas adalah tentang kembalinya Kedutaan Besar Guatemala ke Yerusalem," tulis Morales dalam akun Facebooknya, seperti dikutip dari CNN. 01
Tag :

Berita Terbaru

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…

Kasih Kristus

Kasih Kristus

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seorang Pendeta di sebuah Gereja Jakarta mengingatkan umat kristiani untuk melakukan toleransi  bagi umat Islam yang sedang …