Kasus Kekerasan Anak di Bekasi Meningkat Tajam Setiap Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Bekasi- Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bekasi cenderung mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan catatat pemerintah daerah setempat, pada 2015, kekerasan anak di Kota Bekasi sebanyak 100 kasus dan naik di 2016 menjadi 127 kasus. Pada 2017 lalu jumlah kekerasan anak berada di puncaknya, yakni 198 kasus. ”Kasus kekerasan terhadap anak yang paling menonjol adalah kekerasan seksual,” ujar Kasi Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPPA) Kota Bekasi, H Mini, Senin (8/1/2018). Dia menyebutkan, jumlah kekerasan seksual anak di Kota Bekasi pada 2015 mencapai 59 kasus. Kemudian pada 2016 naik menjadi 77 kasus, dan di 2017 menjadi 104 kasus. Jumlah ini diyakini bisa lebih tinggi karena masih banyak orang tua yang enggan melapor dengan alasan malu. Menurut dia, kebanyakan kasus kekerasan yang dialami anak adalah pelecehan seksual yang dilakukan oleh orang dewasa. Biasanya, anak-anak yang menjadi korban dari kekerasan ini berusia 12-16 tahun. ”Kebanyakan pelakunya pria dewasa yang mengalami kelainan seks,” katanya. Mini menilai, teknologi gawai yang kian mumpuni menjadi faktor utama penyebab penyimpangan perilaku ini. Melalui perangkat itu, anak-anak dan orang dewasa dapat dengan mudah meniru apapun yang mereka lihat. Apalagi, segala konten begitu mudah diakses melalui jaringan internet. Sehingga, kata dia, kecanduan gawai berpotensi membuat anak menjadi pelaku dan juga korban kekerasan. Untuk itu, Mini meminta orang tua untuk selalu mendampingi anak-anaknya dalam bermain gadget. ”Peran orang tua memang sangat tinggi untuk menjaga anaknya,” ungkapnya. Terungkapnya banyak kasus kekerasan terhadap anak di Bekasi akibat dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) anak sejak 2013. Kota Bekasi memiliki 7.200 personel satgas perlindungan anak dan perempuan di tingkat RT yang berada di 12 kecamatan. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kota Bekasi, Syahroni menambahkan, pemerintah pusat dan daerah memiliki kewajiban untuk membangun mental warga. Jangan sampai anak sebagai sasaran kekerasan. Justru hak anak harus dipenuhi, misalnya bermain, berekreasi, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, istirahat, makanan dan minuman bergizi dan sebagainya. ”Jika ingin Kota Bekasi layak anak, jangan beri kesempatan bagi iklan yang mengancam anak-anak,” katanya. Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta kepada KPAI agar berperan aktif memerangi kasus kekerasan terhadap anak. Pemerintah daerah akan mengintensifkan pemberian edukasi soal kekerasan anak ke keluarga dan sosialisasi langsung kepada masyakat. Selain itu, Rahmat menekankan kepada penegak hukum untuk menindak secara tegas para pelaku kekerasan terhadap anak. ”Tindakan tegas tersebut untuk memberikan efek jera, sehingga di Bekasi angka kekerasan terhadap anak bisa menurun,” tegasnya. CR/bebi (sndonws)
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…