Kisah Wong Cilik Bertahan Hidup di Kota Metropolit

Tinggal di Pinggir Rel KA, Penghasilan Sehari Cuma Rp 20 Ribu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bertahan hidup di kota metropolitan seperti Surabaya, tak segampang ucapan pengamat maupun pejabat pemerintahan yang menyebut ekonomi saat ini membaik. Apa yang dirasakan rakyat kecil (wong cilik) berbanding terbalik dengan analisis kebanyakan. Jika Bank Indonesia (BI) menyatakan rata-rata pertumbuhan ekonomi saat ini stabil di kisaran 5,05 persen, justru yang dirasakan wong cilik betapa sulitnya mencari uang untuk sesuap nasi. --------------- Laporan : Firman Rachman, Editor : Ali Mahfud ------------- Mencari sesuap nasi memang banyak cara, namun dengan segala bentuk keterbatasan yang alami dan sengaja diciptakan, membuat semakin sulitnya ruang gerak bagi pemburu "receh". Seperti dirasakan Sumaji, yang menggantungkan hidupnya sebagai tukang becak. Bermodal becak sewaan, Sumaji sudah 35 tahun menekuni pekerjaan ini. Usianya yang sudah menginjak 73 tahun, tak menyurutkan semangatnya sebagai pengayuh becak di kota yang dipimpin Tri Rismaharini ini. Sore itu, Sumaji agak enggan mengayuh becaknya. Tidak seperti biasanya. Seorang perempuan menghampiri Sumaji untuk meminta diantarkan ke jalan Dharmahusada, sekitar 7 kilo meter dari lokasinya saat ini. Namun dengan nada tak ingin menyinggung, Sumaji menolak halus permintaan perempuan itu. "Bukan karena uangnya mas, tapi kaki saya gak kuat kalau terlalu jauh. Saya ambil yang dekat-dekat saja," cetus Sumaji sambil berada di dalam becaknya, saat ditemui Surabaya Pagi, sore kemarin. Tinggal di Bantaran Rel Cuaca pun tak bersahabat di langit kota Surabaya. Mendung tebal membuat Sumaji bersiap membeber terpal plastik di atas kursi penumpang becaknya. Sumaji, tinggal di sebuah rumah di kawasan bantaran rel kereta api Ngaglik. Kakek kelahiran Blitar yang sudah 50 tahun tinggal di Surabaya ini sudah berstatus duda. Istrinya sudah mendahuluinya meninggal. Sumaji memiliki tujuh orang anak yang kini sudah menikah semua. "Saya tinggal sama anak saya nomor lima dan tujuh, yang lain ikut keluarganya ada yang kos mas," imbuhnya sambil memegang jenggot yang sudah dominan putih. Seumur hidup Sumaji dipertaruhkan di jalanan. "Sebagai orang susah" sebutnya. Pernah suatu hari ia bermimpi menghabiskan masa tuanya dengan tenang bersama sang istri, almarhumah. "Tapi apa daya mas, kalau dulu saya mulai jadi kuli sampai narik becak masih lumayan. Meskipun saingan banyak masih ada saja yang pakai becak. Sekarang, bawa uang dua puluh ribu sampai lima puluh saja sudah lebih dari cukup. Belum lagi kondisi saya yang sudah berumur dan tak sekuat dulu lagi," tutupnya.
Tag :

Berita Terbaru

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…

Menkes "Angkat Tangan" Soal Mutasi Ketua Umum IDAI

Menkes "Angkat Tangan" Soal Mutasi Ketua Umum IDAI

Rabu, 25 Feb 2026 19:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:32 WIB

Konsultan Senior Jantung Anak Merasa Keputusan Mutasinya Dilandasi 'abuse of power'      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) me…