Hari ini, Bawaslu Minta La Nyalla Klarifikasi soal Mahar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Kicauan mantan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Matalitti, soal mahar pencalonannya untuk pemilihan gubernur Jawa Timur, langsung ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu. Hari ini, Senin 15 Januari 2018, Bawaslu Jatim mengundang La Nyalla untuk diklarifikasi soal pernyataannya tersebut. "Seperti surat yang beredar itu, memang betul Pak La Nyalla kami undang untuk hadir di kantor Bawaslu Jatim untuk dimintai klarifikasi terkait isu (mahar pencalonan Pilgub Jatim) yang beredar itu. Klarifikasi, bukan pemeriksaan," kata Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin. Amin menjelaskan, surat undangan untuk La Nyalla sudah dikirimkan kepada pihak terundang pada Sabtu, 13 Januari 2018. Diharapkan, La Nyalla hadir dan menerangkan apa yang diungkapkannya terkait dugaan permintaan uang pencalonan Pilgub Jatim oleh pimpinan Partai Gerindra beberapa waktu lalu. Bagi Bawaslu, lanjut Amin, klarifikasi terhadap La Nyalla diperlukan kendati dia bukan calon gubernur Jatim. Hal itu untuk mengantisipasi agar isu 'mahar pencalonan' tidak menjadi bola panas yang dapat mengganggu pelaksanaan pilkada di Jatim. "Lebih kepada antisipasi agar tidak jadi bola panas yang terus menggelinding," ujarnya. Jika kemudian La Nyalla membawa bukti dugaan permintaan uang dari partai yang ia sebut beberapa waktu lalu, Amin mengatakan Bawaslu sangat mungkin memanggil pihak partai yang dituding La Nyalla, juga untuk diklarifikasi soal itu. "Kalau (La Nyalla) membawa bukti dugaan itu, besar kemungkinan kita akan undang pihak partai politik untuk diklarifikasi," kata Amin. Geger mahar pencalonan mencuat setelah La Nyalla Mattalitti mengaku dimintai uang Rp40 miliar oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai syarat mengeluarkan rekomendasi kepada dirinya terkait pencalonan gubernur di Pilkada Jawa Timur. Bantahan Gerindra La Nyalla menceritakan, diberi surat tugas oleh Prabowo pada 9 Desember 2017 untuk mengumpulkan dukungan partai lain dalam pencalonan dirinya. Dana yang diminta Prabowo untuk menyiapkan uang saksi di seluruh TPS di Jawa Timur. "Saya dimintai uang Rp40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan," kata La Nyalla. Partai Gerindra sudah membantah kicauan La Nyalla. Menurut Ketua DPP Gerindra Bidang Hukum, Habiburrokhman, apa yang dituduhkan La Nyalla terhadap Prabowo terkait permintaan uang mahar Rp40 miliar tidak ada buktinya. "Pak La Nyalla ngomong enggak punya bukti, tapi dia bilang ‘Saya berani sumpah pocong’" ujar Habiburrokhman.
Tag :

Berita Terbaru

Nella Kharisma hingga Mollucan Soul Ramaikan Pembukaan HGI City Cup Surabaya

Nella Kharisma hingga Mollucan Soul Ramaikan Pembukaan HGI City Cup Surabaya

Jumat, 24 Apr 2026 20:42 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Event HGI City Cup 2026 Surabaya Fest dipastikan berlangsung meriah dengan menghadirkan hiburan musik dan rangkaian turnamen domino y…

Pelaku Pembacokan di Menganti Ditangkap di Malang, Polisi Ungkap Motif Sweeping

Pelaku Pembacokan di Menganti Ditangkap di Malang, Polisi Ungkap Motif Sweeping

Jumat, 24 Apr 2026 20:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Aparat Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap pelaku pembacokan yang terjadi di wilayah Menganti, Gresik. Setelah sempat m…

Kolaborasi Pemprov Jatim dan PLN Hantarkan Desa Gosari Raih Penghargaan Nasional

Kolaborasi Pemprov Jatim dan PLN Hantarkan Desa Gosari Raih Penghargaan Nasional

Jumat, 24 Apr 2026 20:19 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 20:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa B…

UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

UNAIR dan Kemlu RI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Krisis Iklim

Jumat, 24 Apr 2026 17:45 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Asia-Europe Foundation menggelar peringatan ASEM D…

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak b…

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pendampingan hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menghadapi persoalan hukum, t…