Indonesia Fokus Penguatan Kerja Sama Indo-Pasifik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Juru Bicara Arrmanatha Nasir menuturkan, konsep Indo-Pasifik sudah digaungkan sejak 2013, dan Indonesia berfokus pada potensi di Samudra Hindia. Menurutnya, banyak potensi di wilayah tersebut yang belum tergarap. JAKARTA, M. Burhanudin. Indo-Pasifik menjadi salah satu agenda penguatan politik luar negeri Indonesia di tahun 2018. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam pernyataan pers tahunan pertamanya di Gedung Kemenlu, pekan lalu. Sayangnya, negara-negara di pesisir Samudra Hindia masih banyak memiliki konflik. Hal ini mengancam terjadinya ketidakstabilan di wilayah tersebut. "Karena itu, dengan perubahan geopolitik, jadi semakin penting membentuk arsitektur kawasan Samudra Hindia, namun juga harus sinkronisasi dengan Pasifik," ucapnya saat ditemui di Anomali Cafe, Jakarta. "Kami ingin Indo-Pasifik damai, stabil dan sejahtera. Kerja sama kita ada pada tiga prinsip, yaitu dengan kerja sama transparan, terbuka dan inklusif sesuai dengan hukum internasional," paparnya. Arrmanatha menambahkan ASEAN ingin menggunakan sentralitasnya di kawasan untuk membangun arsitektur Indo-Pasifik. Karenanya, Indonesia ingin menggunakan building block approach dengan memperkuat kerja sama negara pesisir Samudra Hindia. "Pendekatan pertama secara bilateral, kita bisa bekerja sama lebih erat, kemudian ada plurateral. Saya contohkan kerja sama dengan India dan Australia. Lalu, ada pula cara kita bisa merangkul negara-negara Samudra Hindia dengan mekanisme ASEAN," jelasnya. Menurut dia, ini adalah desain besar untuk menciptakan kawasan Indo-Pasifik yang stabil, aman dan damai. Arrmanatha menjelaskan alasan Indonesia fokus pada konsep Indo-Pasifik di sekitar Samudra Hindia untuk menjaga kepentingan bersama di kawasan tersebut. Samudra Hindia penting karena jumlah penduduknya yang mencapai 2,7 miliar jiwa, atau setara dengan 35 persen penduduk dunia. Selain itu, pangsa pasarnya mencapai 12 persen dari pangsa pasar dunia. Produk Domestik Bruto (PDB) di Samudra Hindia mencapai USD9 triliun atau setara 12 persen PDB global. "Sepertiga kargo dunia lewat Samudra Hindia, dua per tiga kapal tanker juga lewat Samudra Hindia. Dan sebanyak 100 ribu kapal per tahun lewat Samudra Hindia. Ini yang akan kita jaga dengan fokus pada konsep Indo-Pasifik kita itu," terangnya. Menurutnya, berkontribusi menciptakan arsitektur Indo-Pasifik untuk menjaga potensi di Samudra Hindia agar jangan sampai hilang karena ketidakstabilan. Meski demikian, Arrmantha tak menyangkal akan ada tantangan yang dihadapi dalam melakukan konsep ini. Salah satu tantangan yang dinilai besar adalah power projection. Karena itu, elemen kerja sama ini dinilai penting agar bisa mengurangi tantangan tersebut. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Cecep Herawan mengatakan sebenarnya yang ada di balik semua itu adalah peluang. Menurutnya, untuk dapat bekerja sama, harus membangun peluang dari kerja sama itu. "Kita akan lebih mudah bekerja sama jika tiga bidang ini berjalan bersama, yaitu kerja sama teknik, ekonomi dan politik. Kalau kita cari peluang ekonomi, kita harus diawali dengan kerja sama teknik. Harus kita berdayakan dulu supaya menjadi satu kemajuan di ekonomi bidang tertentu, baru dari situ bisa menjadi peluang kerja sama ekonomi sendiri. Dengan demikian, secara otomatis ada kerja sama politik juga yang tercipta," pungkasnya. Mendorong kerja sama ini, Menlu Retno juga berkomunikasi dengan Menlu Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson tadi pagi lewat sambungan telepon. Menlu Retno membahas mengenai arsitektur kawasan Indo-Pasifik yang adil, terbuka dan transparan bagi terciptanya kawasan damai, stabil dan sejahtera. 02
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…