Myanmar Bangun Penampungan Sementara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sejak kekerasan dilakukan militer Myanmar akhir Agustus lalu, sedikitnya 650 ribu orang Rohingya melintasi perbatasan buat mengungsi ke Bangladesh. NAYPITAW, M. Burhanudin Media pemerintah Myanmar melaporkan, negara kini tengah membangun penampungan sementara buat menerima 30 ribu warga muslim Rohingya yang mengungsi ke Bangladesh. Laman Channel News Asia melaporkan, pemerintah Myanmar dan Bangladesh hari ini menggelar pertemuan untuk membahas kesepakatan repatriasi atau pemulangan yang sudah ditandatangani pada 23 November lalu. Pertemuan ini dihelat di Ibu Kota Naypitaw. Koran pemerintah Global New Light mengatakan kamp di Hla Poi Khaung di sebelah utara Negara Bagian Rakhine akan menjadi penampungan sementara bagi mereka yang 'diterima secara sistematis' untuk proses pemulangan. "Lahan seluas 50 hektare di Hla Po Khaung akan menampung sekitar 30 ribu orang di 625 bangunan," kata koran itu. Hingga akhir bulan ini sebanyak seratus bangunan akan dirampungkan. Kepala Koordinator Bantuan Kemanusiaan, Penampungan dan Pembangunan Myanmar Aung Tun Thet mengatakan kepada kantor berita Reuters, kamp di Hla Po Khaung akan menjadi 'tempat sementara' pengungsi Rohingya sebelum mereka dipulangkan ke 'lokasi asal mereka'. "Kami akan mencoba menerima semua yang kembali ke Myanmar," kata dia. Sebelum ke Kamp Hla Po Khaung, para pengungsi akan diperiksa lebih dulu di Kamp Taungpyoletwei atau Ngakhuya. Sejauh ini belum jelas berapa banyak pengungsi Rohingya yang memenuhi syarat untuk diberi status kewarganegaraan Myanmar. Pemerintah mengatakan muslim Rohingya bisa mengajukan permohonan kewarganegaraan jika mereka bisa membuktikan nenek moyang atau leluhur mereka tinggal di Myanmar. Namun aturan itu, seperti yang terjadi pada 1992, tidak menjamin mereka mendapat kewarganegaraan. Pemerintah Myanmar mengatakan aturan 1992-1993 akan menerima siapa pun yang mampu menunjukkan dokumen identitas yang disahkan pemerintah terdahulu bagi warga Rohingya. Selama bertahun-tahun Myanmar yang dihuni mayoritas warga Buddha menolak kewarganegaraan Rohingya, melarang mereka bepergian, dan tidak memberi akses pendidikan dan kesehatan. Pemerintah menganggap kaum Rohingya adalah imigran ilegal dari Bangladesh. 04
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…