Dolly Kini, Dari Prostitusi Menjadi Tempat Kreatif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Hidup tidak sesederhana alur cerita kebanyakan sinetron dakwah. Ada orang tersesat di jalan maksiat, lalu insaf atau diinsafkan, maka dia pun menjadi orang alim dan hidupnya bahagia berkelimpahan harta (15/01). Dalam realitas, menempuh jalan benar dan lurus tidak otomatis diiringi dengan kemudahan. Bahkan boleh jadi justru disertai kesulitan. Saya menemukan hal itu saat mengunjungi kawasan eks lokalisasi Moroseneng di Putat Jaya, Surabaya. Kawasan prostitusi ini telah ditutup permanen oleh Pemkot Surabaya, sejak 2014. Bahkan pembubarannya lebih dahulu dibanding penutupan lokalisasi super besar Dolly yang masyhur itu. Kini media massa pun tak banyak memberitakannya, karena Moroseneng sudah tidak “news” lagi. Tabiat berita memang begitu. Hanya sibuk melompat-lompat dari satu kejadian baru ke kejadian lain. Agak malas menoleh pada apa yang terjadi setelah itu. Tapi benarkah pasca penutupan semua sudah selesai, dan baik-baik saja? Bagi para pelaku dan masyarakat, dampak penutupan bisnis esek-esek itu masih terasa hingga sekarang. Banyak bekas wisma, rumah karaoke, cafe, dan sebagainya masih kosong tak terawat. Beberapa wisma dibeli oleh SKPD Pemkot Surabaya, tapi dibiarkan begitu saja, lantas halamannya digunakan tetangga kiri kanan untuk parkir kendaraan atau menjemur pakaian. Warung kopi banyak yang kukut. Sisanya masih bertahan jualan dengan jumlah pembeli yang tentu tidak seramai dulu.”Wis, ajur ekonomine wong kene, Pak,” keluh seorang ibu yang sedang menyapu depan rumahnya. Polisi dan Satpol PP masih rutin razia di situ, dan sesekali memergoki ada mantan pengelola wisma yang masih nekat “buka praktik” di situ. Sungguh setelah palu penguasa diketok, masih banyak “pekerjaan rumah” yang mesti dilakukan. Mulai dari patroli pemantauan kawasan, penanganan warga terdampak dengan memberi skill baru, hingga membuatkan lapak-lapak baru sebagai sumber penghasilan pengganti. Untungnya tidak semua orang memasang wajah murung. Beberapa remaja Karang Taruna terlihat bersemangat membuat seni mural di tembok kampung, menyuarakan harapannya dengan lukisan hidup berkanvas tembok itu. Beberapa rumah kosong milik Pemkot dimanfaatkan untuk tempat mereka berkreasi sehingga membuat tempat itu semakin menarik. Heri Sumargo selaku lurah menuturkan “Warga di sini sudah mulai bangkit ekonominya. Mereka membuat kampung kreatif, memproduksi layang-layang, tas manik-manik, beberapa produk kuliner dan masih banyak lagi. Kita buatkan lapak tempat jualan dan event bazar,” jelasnya. Beberapa warga berharap berkembangnya dolly sebagai pusat kampung kreatif di Surabaya bisa mengangkat eksistensi dolly yang dulu dikenal tempat prostitusi terbesar di Asia Tenggara, menjadi tempat wisata baru dengan kampung kreatifnya. by
Tag :

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…