Sikap AS Memperkeruh Kondisi Politik Global

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dilansir dari laman CNN, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menuturkan di hadapan media bahwa Rusia tengah mempertimbangkan pengajuan sanksi terhadap AS. Hal ini diharapkan dapat segera terwujud sebelum negeri Paman Sam memberlakukan sanksi atas tudingan keterlibatan Rusia pada Pemilu Presiden AS di 2016 lalu. MOSKOW, Yuri Kowalsky. Lavrov menyebut pemerintah Amerika Serikat (AS) saat ini telah memperkeruh kondisi politik dunia. Rusia sendiri sejak lama telah membantah tudingan itu dan mengancam akan balik melakukan sanksi keras terhadap AS. Dalam kesempatan yang sama, Lavrov juga mengkritik pemerintah AS yang telah menggulirkan isu-isu kontroversial di tingkat global, terutama tensi politik dengan Korea Utara (korut) dan Iran. “Tarik ulur kepentingan AS pada dua negara tersebut semakin memperkeruh peta politik global,” ujar Lavrov tanpa sedkit pun menyebut nama Presiden Donald Trump. Secara khusus, Lavrov juga mengingatkan pemerintah AS untuk tidak mengubah kesepakatan program nuklir dengan Iran. Ia berpendapat bahwa kesepakatan yang diteken pada 2015 lalu itu telah menunjukkan itikad baik dalam mengontrol proyek nuklir demi kepentingan keamanan global. “Isu nuklir adalah isu sensitif, bukan hanya untuk segelintir negara, melainkan juga berkaitan dengan perdamaian dunia,” jelas Lavrov. Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Donald Trump menanda tangani perintah penangguhan sementara tentang pembahasan sanksi Iran pada Jumat lalu. Di hari yang sama, Trump juga mengumumkan pemisahan sanksi hukum baru pada 14 individu dan entitas Iran, sebagai tanggapan terkait kerusuhan massal yang terjadi di Teheran pekan lalu. Hubungan antara Moskow dan Washington DC memburuk sejak 2017 lalu. Beberapa investigasi yang dilakukan pihak intelijen AS menunjukkan dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilu presiden 2016. Pemerintah AS pun memperketat sanksinya terhadap Rusia dan menghapus beberapa komponen hubungan diplomatik dengannya. Sebaliknya, Rusia yang menolak keras tudingan tersebut, mendesak pemerintah AS mengurangi staf diplomatiknya di Moskow. Saat ditanya apakah dirinya kecewa dengan dilantiknya Trump sebagai Presiden AS, dan kemungkinan harapan agar Hillary Clinton menang, Lavrov hanya tertawa. “Ini bukanlah tugas seorang diplomat untuk menyesali apa yang sudah terjadi. Tugas kami adalah berbicara fakta, dan memperjuangkan apa yang terbaik untuk hubungan diplomatik Rusia,” tukas Lavrov. 02
Tag :

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…