AS Resmi Tahan Dana Bantuan untuk Palestina

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
AS menahan hampir separuh dari total anggaran tahunan rutin yang mereka berikan kepada UN Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA). Tahun ini, AS direncanakan akan memberikan sekitar US$ 125 juta kepada UNRWA. WASHINGTON DC, John Robbinson. Di tengah krisis Yerusalem yang tengah memanas, Amerika Serikat secara resmi telah menahan sebagian dana bantuan yang dikucurkan terhadap organisasi PBB untuk urusan Palestina, seperti dilansir berbagai media AS dan asing pada 16 Januari 2018. Keputusan itu muncul beberapa pekan usai ancaman serupa yang pernah dilontarkan Presiden AS Donald Trump. Oleh karena itu, usai keputusan tersebut, Washington DC hanya akan memberikan UNRWA dana senilai US$ 60 juta saja. Adapun dana yang tersisa, senilai US$ 65 juta, akan ditahan untuk dipertimbangkan pada masa-masa mendatang. Demikian seperti dikutip dari CNN. Tak dijelaskan kapan dana yang tersisa akan dikucurkan oleh AS, termasuk detail mengenai pertimbangan seperti apa yang akan dilakukan oleh Washington DC. Dana itu beserta yang turut disumbangkan dari negara lain digunakan untuk bantuan kemanusiaan, pendidikan, bantuan sosial, dan kesehatan bagi para pengungsi Palestina di Tepi Barat, Gaza, Yordania, Suriah, dan Lebanon. Keputusan itu memicu kutukan dari orang-orang Palestina, pujian dari Israel, dan ungkapan keprihatinan yang mendalam dari berbagai pejabat PBB serta organisasi pengungsi yang khawatir akan dampak kemanusiaan dan potensi destabilisasi lebih lanjut di kawasan. Amerika Serikat merupakan penyumbang dana terbesar tunggal bagi UNRWA organisasi yang didirikan pada 1949 untuk menangani krisis Pengungsi Palestina yang pecah usai Perang Arab-Israel dan hingga kini masih berdiri untuk mengurus isu serupa. Pada 2010, donor terbesar untuk anggaran reguler UNRWA adalah AS dan Komisi Uni Eropa, masing-masing mengucurkan sekitar US$ 248 juta dan US$ 165 juta. Setahun berikutnya, AS merupakan donor tunggal terbesar dengan total kontribusi senilai US$ 239 juta, diikuti Komisi Uni Eropa senilai US$ 175 juta. Adapun pada 2013, dari total US$ 1,1 miliar yang telah diterima UNRWA, sekitar US$ 294 juta disumbangkan oleh Amerika Serikat. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Heather Nauert mengatakan bahwa keputusan untuk menahan anggaran itu tak berkaitan dengan krisis Yerusalem yang tengah memanas atau menghukum Palestina atas serupa. "Keputusan itu bukan ditujukan untuk menghukum siapa pun," kata Neuert pada 16 Januari 2018. Nauert mengatakan, uang tersebut ditahan karena AS ingin agar negara lain lebih banyak berkontribusi dalam hal dana bantuan UNRWA. Washington juga ingin agar pemotongan dana itu mampu memicu reformasi birokrasi di internal UNRWA organisasi yang didirikan pada 1949 untuk menangani krisis Pengungsi Palestina yang pecah usai Perang Arab-Israel. Namun, Nauert tak menjelaskan secara detail, reformasi semacam apa yang diinginkan AS. Kendati demikian, periode waktu yang dipilih AS untuk menerapkan keputusan itu hanya berselang satu bulan usai keputusan sepihak Washington yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ini juga hanya terpaut beberapa pekan usai Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman serupa yang bernada seputar isu Al Quds Al Sharif. "Kita mengeluarkan uang untuk Palestina ratusan juta dolar tiap tahunnya. Tapi kita tak mendapatkan apresiasi atau penghormatan. Mereka bahkan tidak ingin menegosiasikan perjanjian damai yang telah lama tertunda dengan Israel," kata Trump lewat akun Twitter pribadinya @realDonaldTrump pada 3 Januari 2018. Sekretaris Jenderal PBB Antoni Guterres mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin atas dampak yang dapat timbul dari keputusan Amerika Serikat tersebut. "Pertama-tama, UNRWA bukanlah institusi Palestina, mereka adalah sebuah institusi PBB. Layanan yang diberikan oleh UNRWA sangat penting, tidak hanya untuk kesejahteraan populasi itu ... dan ada kekhawatiran kemanusiaan yang serius di sana," ia menambahkan. "Tapi juga yang terpenting menurut saya, beberapa komunitas internasional, termasuk sejumlah orang Israel, keputusan adalah faktor yang mampu memicu instabilitas," ucap Guterres. 03
Tag :

Berita Terbaru

Tinggalkan Seremoni, Penanggungan Malang Hadirkan Posyandu Disabilitas untuk Warga Rentan

Tinggalkan Seremoni, Penanggungan Malang Hadirkan Posyandu Disabilitas untuk Warga Rentan

Minggu, 26 Apr 2026 19:08 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Malang - Anggaran bagi kelompok rentan kerap terserap dalam kegiatan sosialisasi singkat dan seremoni tanpa keberlanjutan. Kelurahan…

Dari Karier Hukum ke Ikatan Cinta: Momen Hangat Tunangan Billy Handiwiyanto

Dari Karier Hukum ke Ikatan Cinta: Momen Hangat Tunangan Billy Handiwiyanto

Minggu, 26 Apr 2026 17:34 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kabar bahagia datang dari dunia hukum di Jawa Timur. Pengacara muda yang tengah naik daun, Billy Handiwiyanto, resmi menggelar…

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Khofifah Ajak Masyarakat Waspada Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, Khofifah Ajak Masyarakat Waspada Karhutla di Tengah Ancaman El Nino

Minggu, 26 Apr 2026 15:45 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi p…

Proyek Giant Sea Wall Jatim Dipercepat, Khofifah Tegaskan Urgensi Tanggul Laut Hadapi Risiko Pesisir

Proyek Giant Sea Wall Jatim Dipercepat, Khofifah Tegaskan Urgensi Tanggul Laut Hadapi Risiko Pesisir

Minggu, 26 Apr 2026 15:43 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:43 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung percepatan pembangunan …

Antusiasme Pengunjung Picu Lonjakan Penjualan UMKM di Ajang Domino Surabaya

Antusiasme Pengunjung Picu Lonjakan Penjualan UMKM di Ajang Domino Surabaya

Minggu, 26 Apr 2026 15:42 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – HGI City Cup 2026 Surabaya Fest tidak hanya menghadirkan kompetisi domino, tetapi juga memberi dampak signifikan terhadap pelaku usaha …

Jelang Kejurprov 2026, IPSI Surabaya Genjot Latihan dan Pertahankan Tradisi Juara

Jelang Kejurprov 2026, IPSI Surabaya Genjot Latihan dan Pertahankan Tradisi Juara

Minggu, 26 Apr 2026 15:41 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 15:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya mematangkan persiapan menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pencak silat yang a…