Houthi Dilaporkan Menahan Bantuan ke Rakyat Yaman

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Keputusan ini dinyatakan oleh Wakil Menteri Kesehatan yang dilantik Houthi, Abdulaziz al-Dailami. Diwartakan Al Arabiya, Dailami menegaskan bahwa ke-36 lembaga tersebut harus tunduk kepada permintaan yang diberikan oleh Houthi. SANA'A, Ahmed Mustofa. Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, dikabarkan menghentikan aktivitas 36 organisasi kemanusiaan, baik dari negara Arab maupun komunitas internasional. "Mereka boleh bekerja hanya ketika Houthi memberi mereka izin," ujar para pekerja kemanusiaan di Yaman dalam laporannya. Sementara misi kemanusiaan PBB di Yaman melaporkan, milisi Houthi sering memberi daftar orang miskin kepada para pekerja penyalur bantuan di Yaman demi uang 450.000 riyal Yaman. Jumlah tersebut sama dengan Rp 23,9 juta. Mereka menerima uang tersebut setiap bulan. Namun, di daftar tersebut, Houthi hanya menyertakan anggota mereka alih-alih rakyat Yaman yang benar-benar membutuhkan. Setelah minyak gula, atau tepung itu mereka peroleh, maka Houthi bakal menjualnya ke toko di Sana'a. Selain itu, Houthi juga mengancam bakal menyerbu sejumlah perusahaan swasta jika tidak memberi dana sesuai dengan yang mereka inginkan. Al Arabiya melansir, dana yang dikumpulkan oleh Houthi mencapai 57 juta dolar AS, atau Rp 759,7 miliar. Laporan tersebut melanjutkan, Houthi bakal mengeksekusi siapa saja yang tidak taat kepada perintah mereka. Kantor Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman mengeluarkan data, sepanjang 2015-2017, Houthi dilaporkan menyerang organisasi atau bantuan kemanusiaan di Yaman. Serangan itu terbagi dalam 16 kasus, antara lain penculikan pembunuhan, pemerkosaan, dan menyandera 65 kapal, 124 konvoi bantuan, dan 625 isi kapal kemanusiaan. "Berbagai serangan itu membuktikan Houthi melakukan telah melakukan penjarahan terhadap bantuan kemanusiaan," ujar Al Arabiya dalam ulasannya. Tindakan penjarahan bantuan kemanusiaan tersebut merupakan pelanggaran berat karena organisasi kemanusiaan dilindungi oleh hukum internasional. Perang yang telah terjadi di Yaman telah menewaskan hampir 10.000 orang, dan membuat 3,1 juta orang mengungsi. Selain itu, konflik tersebut turut menimbulkan wabah kolera yang diperkirakan menewaskan 2.219 orang sejak April 2017. 03
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…