Dua Monyet Jakarta Ini Gegerkan Dunia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebuah foto tentang nasib dua monyet ekor panjang di Indonesia, jadi sorotan masyarakat dunia. Foto ini membuat geger karena diabadikan saat keduanya sedang dalam kondisi disiksa. Foto primata bernama latin Macaca Fascicularis ini diabadikan dan unggah seorang ahli biologi bernama Joan de la Malla di akun Instagram pribadinya. Dalam foto itu, tampak dua ekor monyet, yaitu seekor monyet betina dewasa dan anaknya, sedang berusaha saling berpelukan. Tapi, hal itu tak terwujud, sebab keduanya monyet itu dalam kondisi terpisah dan diikat rantai dalam jarak sekitar satu meter. Mirisnya, rantai yang terbelit di leher keduanya tampak sengaja dibuat pendek sehingga monyet kecil tak dapat mendekap ibunya. Foto ini membuat pengguna media sosial yang melihatnya jadi terenyuh, karena akhirnya anak monyet hanya bisa memegangi tangan ibunya dan itu juga dilakukan dengan kepala tertarik rantai besi. Saat momen ini terabadikan, terlihat mata kedua monyet berkaca-kaca seperti sedang menangis. Dalam keterangan pada foto, La Malla menuliskan bahwa foto ini diabadikannya di Jakarta, ketika melakukan penelitian tentang primata. Dia mengatakan, bahwa apa terjadi pada keduanya monyet ini adalah cara tukang hiburan keliling topeng monyet agar satwa ini jinak dan bisa dilatih untuk diperbudak mencari uang. "As may be you have already seen in other entries I am currently working on a project on enslaved macaques used in street shows in some cities of Indonesia. These macaques often live in awful conditions and are deprived of the social relationships that they need as a primates," kata La Malla seperti dikutip VIVA di akunnya @joandelamalla. Banyak pihak yang melihat foto ini langsung menyatakan kesedihannya atas nasib kedua monyet ini. Ada juga yang memprotes La Malla, karena tidak berusaha membebaskan kedua monyet dan hanya memotretnya saja. "Please please help them pleaseeesnin the name of God pleaseeee," tulis akun @whois_itme. "why dont u buy a ticket and go there to buy them ? The photographer is doing better efforts way far compared to u giving funny comments. He thinks big while u dont. And as he said. Buying them will just make them catch more monkeys and the suffering cycle goes on," tulis dr.manal.almansoori di akun @jibgurl420. Pria yang mengenyam pendidikan di Universitat Ramon Llull, di fakultas La Salle, Barcelona, mengaku sengaja ke Indonesia untuk memotret fenomena topeng monyet. Selain foto ini, La Malla juga mengabadikan kondisi monyet yang sengaja dikurung di dalam kotak kayu untuk dijadikan pemain topeng monyet. Foto yang diabadikan La Malla ini menjadi salah satu bukti, bahwa masih banyak orang Indonesia, yang tidak sadar akan kelestarian alam. Diketahui, khusus di Jakarta, Presiden Joko Widodo, saat masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, pernah melarang warga untuk memperbudak monyet. Bahkan, Pemprov DKI melakukan razia tukang topeng monyet.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…