Belajar dari Bencana Gempa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Baru-baru ini, gempa kembali terjadi di negeri ini. Tepatnya di kawasan Banten dan sekitarnya. Namun efeknya terasa hingga ibukota Jakarta. Musibah alam ini sangat menyita perhatian masyarakat luas. Apalagi tidak terlalu lama jaraknya antara kejadian gempa di satu daerah dengan kejadian gempa di kawasan lain di Indonesia. Kegelisahan dan kekhawatiran semacam ini tentu saja wajar sekali. Mengingat tidak ada seorang pun yang ingin mengalami musibah dan bencana, termasuk gempa bumi. Pertanyaannya bagaimana sikap kita terkait masalah gempa di tanah air? Barangkali jawaban yang tepat adalah kita perlu mulai banyak belajar tentang gempa dan bagaimana sebaiknya kita menghadapinya. Lebih idealnya lagi, bagaimana kita ikut mencoba mengatasi dan mencari solusinya. Jawaban pakar gempa ketika melihat masalah gempa biasanya melihat asal-usulnya. Dari kondisi struktur lempeng bumi, tanah, dan tinggi rendahnya area bencana. Ada yang melihat dari gerakan lempeng cincin api Pasifik. Indonesia dideteksi termasuk salah satu negara yang masuk wilayah cincin api. Dimana pergerakan ring of fire itu bisa berdampak pada perubahan iklim, gunung meletus hingga gempa. Indonesia bukan satu-satunya negara yang masuk wilayah cincin api. Ada pula negara Selandia Baru, Jepang Filipina, Alaska, Amerika, Meksiko dan sekitarnya. Lingkaran area cincin api Pasifik seperti cekungan tapal kuda. Meletusnya gunung Agung di Bali, beberapa saat yang lalu disinyalir akibat rentetan pergerakan cincin api. Analisis bencana gempa di sejumlah daerah dan negara disinyalir dari asal usulnya. Asal usul terus dicermati dan dideteksi untuk mencari jalan keluarnya. Bila posisi dan kondisinya tidak ideal, tentu upaya idealisasi perlu dilakukan. Pakar lain dari ilmu lingkungan biasanya melihat masalah gempa dari kurangnya antisipasi dan perhatian pada masalah ekologi dan lingkungan alam sekitar. Demikian pula, ahli gempa yang lain tentu memiliki pandangan yang lebih beragam. Pemerintah selaku pihak yang bertanggungjawab atas keselamatan warganya, biasanya memberikan peringatan dini. Early warning semacam ini berguna untuk kesiapan semua pihak sebagai solusi preventif atas masalah gempa yang mungkin kembali terjadi tanpa diketahui kapan waktunya. Saat berada di gedung, tentu cara menghadapi gempa berbeda dengan posisi kita di lokasi lapangan terbuka. Demikian pula, saat kita di rumah akan berbeda dengan saat kita berada dalam kendaraan. Semua model antisipatif itu merupakan cara dan strategi belajar menghadapi gempa yang perlu diperhatikan kita semua. Intinya, keselamatan dan keamanan setiap orang perlu diutamakan. Dalam hal ini, banyak pelajaran yang bisa dipetik kita bersama. Gempa merupakan sistem peringatan alami. Gempa terjadi sebagai bukti kuasa campur tangan Tuhan. Karena itu, kita tidak boleh lupa untuk berdoa. Tujuannya untuk membuktikan keyakinan dan keimanan kita terhadap eksistensi Tuhan. Bila dipahami secara rasional, gempa merupakan adaptasi alam untuk menjaga keseimbangan. Keseimbangan alam kurang sempurna bisa mengakibatkan terjadinya gempa. Dalam kondisi semacam ini, gempa merupakan efek atau akibat dari sebab yang menimbulkan ketidakseimbangan. Mungkin saja, keseimbangan itu terjadi akibat ulah tangan manusia yang terlalu kreatif dalam memperlakukan alam semesta. Misalnya saja, penebangan pohon secara liar. Pembangunan tanpa memperhatikan ekosistem yang imbang dan adil terhadap alam dan lingkungan sekitar itu mengakibatkan terjadi banyak masalah alam hari ini. Pemanasan global, perubahan iklim dan gempa adalah fenomena alami yang tidak bisa kita hindari hari ini. Bila ingin nyaman dan aman, tentu banyak hal rahasia alam ini yang perlu terus kita pelajari, hayati dan renungkan. Menjaga keseimbangan alam tentu bukan pekerjaan mudah. Meskipun banyak alat teknologi canggih, namun sikap dan sifat kita dalam memperlakukan alam semesta tidak sesuai yang diharapkan, maka itu sama saja. Terus berupaya yang terbaik dalam memperlakukan dimulai dari diri sendiri merupakan jalan yang lebih realistis. Apalagi, bila pengurus dunia ini memiliki komitmen bersama satu tujuan, peduli terhadap alam dan lingkungan di muka bumi ini dengan semangat belajar dari gempa untuk keselamatan dunia. (*)
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…