Tradisi di Tomohon, Konsumsi Anjing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Kelompok aktivis dan penyayang hewan internasional mengecam tindakan perdagangan hewan di Pasar Ekstrem Tomohon, Sulawesi Utara. Mereka meminta pemerintah Indonesia mengakhiri perdagangan yang dinilainya sadis itu. Guru Besar Antropologi Universitas Gajah Mada (UGM) Prof PM Laksono menilai tradisi mengkonsumsi daging hewan ekstrem memang sudah turun temurun dilakukan. Lantas perlukah diadakan perubahan terhadap tradisi itu? "Memang ada tradisi seperti itu, tapi kan bisa diaktualisasikan dengan keadaan hari-hari ini. Kalau konteks hari ini di mana tidak ada satu daerah pun yang terisolasi dari komunikasi dengan dunia, maka perlu adanya perubahan. Kalaupun harus membunuh hewan untuk konsumsi, cara-caranya kan bisa dilakukan dengan sesuai keadaan," kata Laksono saat dihubungi, Kamis (25/1/2018). Yang perlu disesuaikan yakni pemrosesan hewan hingga menjadi daging untuk dikonsumsi. Menurutnya ada proses yang lebih manusiawi dan dapat diterima norma hari ini. "Jadi kalau tampak terlalu demonstratif tidak perlu terus dilakukan, tapi itu semua terserah kepada mereka yang memiliki tradisi itu untuk berubah. Mereka juga harus disadarkan bahwa dunia tidak lagi tertutup," kata Laksono. "Jadi atas apa yang mereka lakukan di kamar sekecil apaapun bisa ditonton dunia, jadi perlu ada refleksi dari orang di sana untuk mencari jalan keluar supaya konsumsi terus terjamin, tapi dengan cara-cara mendapatkannya yang lebih bisa diterima oleh norma hari ini," imbuh Laksono. Foto: Reno Hastukrisnapati Widarto Menurutnya, alasan tradisi dalam praktik perdagangan daging hewan yang tidak lazim untuk dimakan seperti anjing, bukanlah jawaban final. Dirinya menambahkan perlu adanya upaya pemerintah daerah untuk dapat mengatur proses pengolahan aneka daging hewan yang tak lazim dengan cara yang lebih baik. "Tradisi bukan jawaban final, jadi meski ditarik beberapa ratus tahun sebelumnya enggak ada justifikasinya, karena dari waktu ke waktunya tentu berubah dan bisa berubah. Cuma cara-caranya yang lebih halus bisa dilakukan untuk mengubah itu, jadi kalau memang dagingnya dibutuhkan ya, oke tetapi cara-caranya bisa diubah dengan peralatan modern juga bisa," paparnya. "Menjadi tugas kita juga bersama-sama agar prosesnya tidak tampil sedemikian kejam," imbuhnya. (dt/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…